Berita

Bendera TRNC/Net

Dunia

Turki Dorong Solusi Dua Negara Untuk Siprus, Tapi Ditolak PBB

KAMIS, 29 APRIL 2021 | 20:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Turki telah mengajukan proposal untuk menyelesaikan konflik di Siprus, yaitu menawarkan solusi dua negara dengan pengakuan Republik Turki Siprus Utara (TRNC).

Proposal itu diajukan Turki dan Siprus berbahasa Turki dalam pertemuan lima pihak yang digelar Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di Jenewa pada Kamis (29/4). Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Yunani, Inggris, dan Republik Siprus.

Pemimpin Siprus berbahasa Turki Ersin Tatar, dengan dukungan Menteri Luar Negeri Turki Mevlüt Çavuşoğlu, juga menyerahkan nota tertulis berisi enam poin, di mana dia menyatakan permintaannya untuk perubahan dalam kesetaraan kedaulatan.


Tatar meminta Guterres untuk memberikan pengakuan untuk TRNC yang tidak diakui secara internasional, kecuali dari Turki.

TRNC sendiri telah didirikan sejak invasi Turki ke Siprus utara pada tahun 1974. TRNC dianggap sebagai entitas ilegal oleh resolusi Dewan Keamanan PBB 541 dan 550.

Menurut sumber-sumber diplomatik, Guterres menjelaskan kepada Tatar bahwa posisinya berada di luar konteks, dan bahwa solusi dua negara tidak dapat diterima baik oleh PBB, Uni Eropa maupun masing-masing negara.

Pada saat yang sama, Guterres mengingatkan bahwa pembahasan solusi dua negara berada di luar ketentuan mandatnya.

Sementara itu, perwakilan pemimpin Siprus berbahasa Turki, Berna Çelik Doğruyol, menyatakan bahwa kemarin bersejarah, karena untuk pertama kalinya pihak Siprus berbahasa Turki mengajukan proposal yang realistis dan konstruktif untuk mendobrak status quo.

Dia mengatakan untuk pertama kalinya, orang Siprus yang berbahasa Turki ingin menegaskan kembali persamaan kedaulatan mereka dan status internasional yang setara.

Ini adalah kesempatan untuk memulai proses yang akan membawa hasil yang realistis dan bertahan lama, tambahnya.

“Kami datang ke sini untuk mengakhiri proses membosankan dan degeneratif untuk federasi yang telah berlangsung selama beberapa dekade dan belum membuahkan hasil apa pun," ujarnya.

Di sisi lain, Presiden Siprus Nikos Anastasiadis, menyatakan kekecewaannya atas proposal tersebut.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya