Berita

Kuasa Hukum Mustafa, M Yunus/RMOLLampung

Politik

Soal Mahar Politik, Kuasa Hukum Mustafa Minta Hakim Konfrontir Keterangan Wagub Lampung Dengan Eks Ketua DPC PKB Lamteng

KAMIS, 29 APRIL 2021 | 16:48 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kuasa Hukum mantan Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa, M. Yunus, meminta majelis hakim menghadirkan kembali Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim dan mantan Ketua DPC PKB Lamteng, Slamet, untuk dikonfrontir di persidangan.

Menurut Yunus, keterangan keduanya terkait dana Rp 150 juta tidak sinkron. Chusnunia alias Nunik mengatakan uang itu ia berikan ke Slamet untuk membayar tukang pembangunan Kantor DPC PKB Lamteng.

Tapi Slamet mengaku kalau uang Rp 150 juta itu tidak pernah dia terima. Ia bahkan tiga kali diminta Nunik agar mau mengakui menerima uang tersebut.


"Dikonfrontir soal mahar politik ke PKB, kita berharap Bu Nunik dihadirkan kembali dengan Slamet. Apakah benar menyuruh Pak Slamet berbohong, karena ada kontradiksi antara keterangan Nunik dan Slamet, harus dikonfrontir," ujarnya usai sidang Mustafa, Kamis (29/4), dikutip Kantor Berita RMOLLampung.

Selain itu, lanjutnya, jika Nunik menjadi saksi lagi, pihaknya akan meminta agar Ketua DPW PKB Lampung ditetapkan sebagai tersangka karena berbohong di depan persidangan.

"Saya juga akan minta dia jadi tersangka sebenarnya, ini tindak pidana di depan pengadilan," tambahnya di Pengadilan Negeri Tanjungkarang.

Sedangkan untuk menghadirkan Vice President Sugar Group Company, Purwanti Lee, Yunus menyerahkan sepenuhnya kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dan Majelis hakim.

"Kalau Ny Lee SGC belum tahu, karena tidak relevan dengan perkara tapi kita fokus dengan fakta persidangan. Jadi Nunik dan Slamet dulu yang harus dikonfrontir," kata dia.

Ketua Majelis Hakim Efriyanto mengatakan, pihaknya mencatat permohonan kuasa hukum dan akan mempertimbangkannya terlebih dahulu.

Sementara JPU KPK Taufiq Ibnugroho mengaku, saat persidangan pihaknya tidak dimintai tanggapan oleh majelis hakim. Sehingga ia tidak bisa memberikan tanggapan.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Menhub Prioritas Program dan Anggaran untuk Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:51

DPR Yakin Potongan Aplikasi 8 Persen Bikin Driver Makin Sejahtera

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:48

Kuasa Hukum Pertanyakan Status Tersangka Raudi Akmal

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:25

Nasib Ribuan Pekerja Moker Freeport Diadukan ke Kementerian HAM

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:09

Gus Yaqut Dibantarkan ke Rumah Sakit Polri

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:58

Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan Indonesia di Siem Reap

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:29

Legislator Golkar Apresiasi Dividen PT Telkom Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:15

Connie Minta Jokowi Diadili Terkait Kebijakan IKN

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:12

Kuliner Potensi Perkuat Pariwisata di Kancah Internasional

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:53

Harta Kekayaan Menperin Agus Gumiwang Naik 23,2 Persen, Utang Nyaris Rp100 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:51

Selengkapnya