Berita

Menteri Dalam Negeri Australia, Mike Pezzullo/Net

Dunia

Tuding China Picu Genderang Perang, Menteri Australia Dikecam Beijing Hingga Oposisi

KAMIS, 29 APRIL 2021 | 14:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China dibuat geram lagi dengan pernyataan pejabat Australia. Kali ini yang dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri Australia, Mike Pezzullo dalam pidatonya selama perayaan Anzac Day pada 25 April lalu.

Lewat pidatonya, Pezzullo memperingatkan bahwa dunia penuh ketegangan dan ketakutan, di mana "genderang perang berdetak".

"Mari kita terus mencari tanpa henti untuk kesempatan perdamaian sambil menguatkan lagi, lagi, untuk kutukan perang," ujarnya, tanpa menyebut spesifik "China".


Menanggapi pernyataan tersebut, jurubicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian pada Rabu  (28/4) mengatakan Beijing adalah promotor perdamaian dan pembangunan global.

Untuk itu, pernyataan Pezzullo sangat tidak bertanggung jawab. Ia juga memperingatkan bahwa Canberra harus siap menghadapi potensi konflik militer di wilayah tersebut.

"Beberapa politisi individu di Australia, karena kepentingan egois mereka, ingin membuat pernyataan yang menghasut konfrontasi dan mengancam ancaman perang, yang sangat tidak bertanggung jawab," ujar Zhao.

Zhao mengatakan, Australia tidak jujur dan tidak bermoral ketika memberikan tuduhan palsu mengenai ancaman China. Padahal Australia sendiri mendapatkan keuntungan dari China.

"Kami mendesak individu tertentu di Australia untuk melepaskan mentalitas Perang Dingin, berhenti membuat pernyataan yang tidak bertanggung jawab, dan bertindak dengan cara yang kondusif bagi perdamaian dan stabilitas regional daripada sebaliknya,” lanjutnya.

Bukan hanya dari China, kritikan terhadap pidato Pezzullo juga muncul dari oposisi di dalam negeri.

Perdana Menteri Australia Barat Mark McGowan mengatakan pernyataan "genderang perang sedang berdetak" oleh Pezzullo sama sekali tidak perlu.

Sementara anggota parlemen Partai Buruh Bill Shorten mengatakan bahasa Pezzullo cukup menghasut dan sangat bersemangat.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya