Berita

Presiden FIlipina Rodrigo Duterte/Net

Dunia

Duterte: Meski Punya Utang Budi, Kedaulatan Filipina Tak Bisa Ditawar China

KAMIS, 29 APRIL 2021 | 13:35 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Meskipun China telah banyak membantu Filipina, namun tidak berarti Manila mengorbankan kedaulatannya.

Sepertinya itu yang ingin disampaikan oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte, ketika menegaskan bahwa ia tidak akan menghentikan patroli militernya di Laut China Selatan.

Dalam sebuah pernyataan pada Rabu malam (28/4), Duterte mengatakan Filipina telah berutang budi pada China untuk banyak hal, termasuk vaksin Covid-19 yang gratis.


Namun Duterte menekankan, klaim Filipina di Laut China Selatan tidak dapat ditawar.

"Saya akan memberi tahu China, kami tidak ingin masalah, kami tidak ingin perang. Tetapi jika Anda menyuruh kami pergi, tidak," tegasnya, seperti dikutip AFP.

"Ada hal-hal yang sebenarnya tidak bisa dikompromikan, seperti kita mundur. Ini sulit. Saya berharap mereka mengerti, tapi saya memiliki kepentingan negara saya juga untuk melindungi," jelas dia.

Dalam beberapa waktu terakhir, China dan Filipina terlibat dalam ketegangan di Laut China Selatan. Itu terjadi ketika Beijing menolak untuk menarik kapal-kapalnya dari Whitsun Reef yang masuk ke dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Filipina.

Duterte yang dikenal berupaya untuk mendekatkan diri pada China berada di bawah tekanan domestik untuk mengambil tindakan yang lebih keras.

Di tengah ketegangan yang terjadi, penjaga pantai Filipina melakukan latihan di dekat Pulau Thitu dan Scarborough Shoal, serta pulau Batanes.

Scarborough merupakan salah satu tempat memancing terkaya di kawasan itu, yang telah lama menjadi titik api perselisihan antara Manila dan Beijing.

Menanggapi latihan tersebut, kementerian luar negeri China pada Senin (26/4) mengatakan Filipina harus menghentikan tindakan yang memperumit situasi dan meningkatkan perselisihan.

Selain itu, Filipina juga telah meningkatkan "patroli kedaulatan" yang melibatkan angkatan laut, penjaga pantai dan perikanan di Kepulauan Spratly.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya