Berita

Petugas lakukan kremasi massal di sebuah krematorium di New Delhi, India/

Dunia

Krisis Covid-19 India: Varian Baru Telah Terdeteksi Di Singapura, Inggris Dan Indonesia

KAMIS, 29 APRIL 2021 | 06:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Apa yang terjadi di India belakangan ini sangat mengejutkan dunia dan juga mengerikan. Negara itu menghadapi masa tersulit dari pandemi Covid-19 dengan kasus harian tertinggi, menimbulkan pertanyaan apakah negara lain juga akan mengalami hal yang sama setelah sebelumnya sempat 'memenangkan' pertempuran?

Rumah-rumah sakit di sana membludak dan tidak mampu lagi menampung pasien. Banyak yang bergeletakkan di lantai koridor rumah sakit  dengan infus di tangannya, dan mereka yang memiliki kendaraan dirawat di dalam kendaraannya yang diparkir di halaman rumah sakit berhari-hari. Menurut laporan BBC News, hampir setiap lima menit ada satu pasien yang dinyatakan meninggal. Menciptakan kremasi massal di mana asap membumbung tinggi sepanjang hari.

Kondisi seperti itu tidak hanya menjadi krisis di India saja, bisa jadi negala lain pun akan mengalami hal yang sama. Para ahli telah mengatakan gelombang ketiga pandemi akan jauh lebih dahsyat dari yang pertama.


"Virus tidak mengenal perbatasan negara, kebangsaan, umur, jenis kelamin atau agama," kata ilmuwan kepala di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Soumya Swaminathan, seperti dikutip dari BBC News.

Jika suatu negara mengalami tingkat penularan yang tinggi, maka kemungkinan akan menyebar ke negara-negara lain, menurut Swaminathan.

Walau setiap negara telah melakukan  pembatasan perjalanan dan melakukan berbagai tes dan isolasi, infeksi tetap bisa terjadi.

Jika seseorang baru tiba dari tempat dengan prevalensi sangat tinggi, kemungkinan besar ia akan membawa serta virus itu. Dengan varian baru yang muncul di India (dengan nama B.1.617) yang dikenal sebagai 'mutan ganda' maka kekhawatiran akan semakin tinggi.

Varian tersebut masih dalam kajian para ahli tetapi disebutkan bahwa varian ini sedikit lebih mudah menular dan antibodi dalam tubuh manusia mungkin kesulitan menangkal virus.

Jeremy Kamil, seorang virolog di Louisiana State University, Amerika Serikat, mengatakan salah satu mutasinya mirip dengan mutasi yang terjadi pada varian yang diidentifikasi di Afrika Selatan dan Brasil.
Dan mutasi ini mungkin membantu virus menghindari antibodi di dalam sistem kekebalan tubuh yang dapat melawan virus corona berdasarkan pengalaman penularan sebelumnya atau vaksinasi.

Virus versi India telah dideteksi pada 220 dari 361 sampel yang diambil antara Januari hingga Maret di Negara Bagian Maharashtra di wilayah barat.

Di antara negara yang telah melaporkan deteksi varian India adalah Indonesia, Singapura dan Inggris.

Direktur Covid-19 Genomics Initiative di Wellcome Sanger Institute, Jeff Barrett, menyarankan agar masyarakat jangan cepat panik dulu walaupun disebutkan bahwa varian ini tidak dapat dilawan dengan vaksin. Pada dasarnya, semakin banyak jumlah kasus Covid yang dialami suatu negara, semakin besar kemungkinan muncul varian-varian baru.

Profesor Sharon Peacock, direktur konsorsium Covid-19 Genomics UK (Cog-UK) mengatakan, yang terpenting saat ini adalah bagaimana mengendalikan virus-virus itu agar tidak bermutasi dan menyebar.

"Cara mencegah munculnya varian ganas pertama-tama adalah mencegah virus bereplikasi pada manusia... jadi jalan terbaik mengendalikan varian-varian adalah mengendalikan jumlah penyakit di dunia yang ada saat ini," jelasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya