Berita

Presiden Vladimir Putin/Net

Dunia

Putin Kepada Modi: Rusia Siap Kirim 22 Ton Bantuan Darurat Medis Ke India

KAMIS, 29 APRIL 2021 | 06:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia berjanji akan mengirimkan bantuan medis ke India dalam beberapa hari ke depan. Layanan pers Kremlin pada Rabu (28/4) mengatakan bantuan itu sangat dibutuhkan India dalam upaya mereka memerangi Covid-19 yang telah berada pada titik terburuk.

Presiden Vladimir Putin telah mengonfirmasikan rencana bantuan tersebut kepada Perdana Menteri India Narendra Modi dalam percakapan telepon mereka.

"Presiden Putin mengirimkan kata-kata dukungan kepada Narendra Modi pada saat yang sulit yang harus dihadapi negara itu dalam melawan penyebaran virus corona, dan memberitahunya tentang keputusan untuk memberikan bantuan kemanusiaan darurat ke India," isi pernyataan layanan pers, seperti dikutip dari Tass, Rabu (28/4).


Kremlin menginformasikan bahwa hari ini, Kementerian Darurat Rusia akan mengirim pesawat ke India yang membawa lebih dari 22 ton bantuan kemanusiaan, termasuk 20 unit peralatan suplai oksigen, 75 mesin ventilasi paru buatan, 150 monitor medis dan 200.000 paket obat-obatan.

Bantuan yang akan dikirimkan berupa 20 konsentrator oksigen, 75 mesin ventilasi paru-paru buatan, 150 menitor medis dan ratusan ribu paket obat-obatan yang jumlah keseluruhannya adalah 22 ton.

Modi menyambut baik bantuan tersebut dengan suka cita yang tinggi, berterima kasih kepada Putin atas kerja sama Rusia dengan teknologi tingginya.  

India pada hari Rabu, melaporkan 360.960 kasus baru virus corona  dan 3.293 korban dalam 24 jam terakhir, menjadi lonjakan kasus harian tertinggi dan kematian dalam 24 jam sejak pandemi melanda.

Penambahan baru membuat penghitungan total menjadi 1,79,97,267 sementara jumlah korban tewas melampaui tonggak sejarah yang suram dari dua lakh-mark menjadi 2.01.187.

Sebelumnya, banyak negara seperti, AS, Inggris, Jerman, Selandia Baru, dan lainnya telah berjanji untuk membantu India dalam memerangi virus tersebut.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya