Berita

Acara pertemuan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejathtera (PKS), di kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Rabu, 28 April/RMOL

Politik

Koalisi Menjadi Paripurna Jika PKS Bergabung, PKB: Alhamdulillah Kalau Mau Masuk

KAMIS, 29 APRIL 2021 | 01:05 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menerima kedatangan satu partai politik (parpol) yang berada di luar koalisi pemerintahan, yaitu Partai Keadilan Sejathtera (PKS), di kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Rabu (28/4).

Seketaris Jenderal PKB, Hasanuddin Wahid menyanjung PKS sebagai parpol yang memiliki basis keumatan dan memiliki basis yang sama dengan PKB, yaitu umat Islam secara umum.

Sambil berkelakar, sosok yang kerap disapa Gus Udin itu menyangka silaturahmi politik PKS ke PKB adalah pertanda bahwa parpol yang dipimpin Ahmad Saikhu ini akan masuk ke dalam koalisi pemerintah.


"Ibarat kata hari Ini kita di koalisi, PKB. Sementara PKS di luar koalisi. Tadinya sangka kita PKS Ini silaturahmi ke PKB ini mesti akan mau masuk koalisi," ucap Gus Udin dihadapan Presiden PKS Ahmad Saikhu.

"Jadi kita alhamdulillah kalau PKS mau masuk koalisi, jadi paripurna sudah, membangun suatu kesatuan membangun negeri,” sambungnya.

Namun, PKB justru melihat kematangan sikap dari PKS untuk tetap berada di luar koalisi pemerintah. Kata Gus Udin, terkait substansi oposisi justru dia rasa tidak hanya tugas parpol yang ada di luar koalisi tapi juga di dalam koalisi.

Sehingga menurutnya, posisi PKB dan PKS saat ini saling melengkapi sebagai sebuah partai politik. Gus Udin mengibaratkan PKB merupakan partai politik amar maruf, sedangkan PKS nahi mungkar.

"Bahasanya itu PKB bagian amar maruf, kalau PKS bagian nahi mungkar. Kita berbagi kayaknya begitu. Kita bagian amar maruf karena di dalam, dari koalisi. Beliau (PKS) di luar, yang di luar koalisi itu nahi munkar, kritik dan sebagainya itu tetap kita perlukan buat negeri ini,” katanya.

Lebih lanjut, Gus Udin menyampaikan terimakasih kepada PKS yang menyempatkan diri untuk bersilaturahmi ke markas PKB jelang berbuka puasa. Karena, melalui kesempatan itu ada sebuah kesamaan pandangan tentang negeri ini secara lengkap.

"Terimakasih atas kehadiran sahabat-sahabat PKS. Dari sahabat PKS kita bisa mempunyai mata dan padangan yang lengkap di negeri ini. Kami yang di dalam pemerintahan mempunyai pandangan yang lengkap dari pandangan sabahat PKS yang dari luar pemerintahan,” katanya.

"Ketika dua pandangan ini digabungkan, maka insyaallah Indonesia akan bangkit dari keterpurukan ini, akan bisa mengatasi Covid-19 secara cepat, akan bisa kemudian memepercepat kebangkitan ekonomi,” pungkasnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya