Berita

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menerima kunjungan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok, Xiao Qian, di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (28/4)/Ist

Politik

Terima Kunjungan Dubes Tiongkok, Ketua DPD Berharap Vaksin Sinovac Segara Dapatkan Sertifikat WHO

RABU, 28 APRIL 2021 | 15:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pembahasan mengenai vaksin Sinovac mewarnai perbincangan antara Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dengan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok, Xiao Qian, di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (28/4).

Kedua pihak menginginkan agar kerjasama dua negara yang sudah terjalin erat selama ini lebih ditingkatkan. Baik kerjasama bidang perdagangan, kesehatan, parlemen dan bidang lain.

LaNyalla yang didampingi beberapa senator lain, seperti Gusti Farid Hasan Aman, Bustami Zainudin, Yorrys Raweyai dan Wa Ode Rabia Al Adawia, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Tiongkok yang memberikan 1,2 juta dosis vaksin Sinovac kepada Indonesia, Desember lalu.


Hanya saja, LaNyalla berharap vaksin Sinovac segera mendapatkan sertifikat dari WHO.

"Karena belum bersertifikat WHO, kaum muslim Indonesia belum bisa melakukan ibadah umrah dan haji. Karena Sinovac yang disuntikkan ke sebagian besar rakyat Indonesia belum diakui organisasi kesehatan dunia itu. Harapan kita Sinovac segera tersertifikasi WHO sehingga tidak membuat jemaah Indonesia terganjal melaksanakan ibadah," ujarnya.

LaNyalla juga meminta pemerintah Tiongkok berkomitmen dalam mendukung Indonesia menjadi pusat produksi vaksin di Asia Tenggara.

Terlebih, sudah ada kesepakatan antara Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dalam percakapan teleponnya dari Beijing dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Panjaitan.

"Kita ingin pemerintah Tiongkok memprioritaskan pemenuhan kebutuhan vaksin di Indonesia. Serta tidak menjual bahan vaksin ke negara Asia Tenggara lainnya. Hal ini sesuai kesepakatan kedua negara untuk menjadikan Indonesia sebagai tempat produksi dan distribusi vaksin di regional Asia," katanya.

Dari sisi perdagangan, LaNyalla menyoroti timpangnya neraca perdagangan kedua negara. Meskipun nilai ekspor Indonesia ke Tiongkok ada peningkatan, namun secara neraca masih lebih tinggi Tiongkok.

"Untuk itu kami berharap produk UMKM dan ekonomi kreatif dari Indonesia bisa diserap oleh pasar Tiongkok. Ini akan sangat membantu para pelaku untuk bertahan di masa pandemi," lanjutnya.

Menanggapi sertifikasi Sinovac, Dubes Tiongkok Xiao Qian menjelaskan bahwa hal itu sedang dalam proses.

"Kemungkinan besar tidak ada permasalahan dan kami yakin akan diakui WHO. Apalagi kami juga menjalin kerjasama terkait vaksin ini dengan negara muslim di Asia Tengah juga. Jadi kami pasti akan mengatasinya," jelas Xiao Qian.

Dubes Tiongkok juga mendukung Indonesia menjadi tempat produksi vaksin dan distribusi regional Asia. Menurutnya Indonesia punya pasar besar, laboratorium memadai dan sumber daya yang mumpuni.

Sementara itu, senator Gusti Farid Hasan Aman, selaku Ketua BKSP, menginginkan kerjasama bilateral dengan parlemen Tiongkok untuk ditingkatkan.

"Kita ingin Bapak Dubes untuk selalu memfasilitasi parlemen Indonesia bekerjasama dengan parlemen Tiongkok. Agar selalu terjalin dialog dan mendapatkan solusi bagi kedua negara. Karena selama ini Tiongkok merupakan mitra strategis Indonesia," jelasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya