Berita

Mantan penasihat di Gedung Putih, Seth Andrew/Net

Dunia

Mantan Penasihat Barack Obama Kena Kasus Pencucian Uang Senilai Rp 3,1 Miliar

RABU, 28 APRIL 2021 | 15:32 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Mantan penasihat senior era pemerintahan Barack Obama dilaporkan telah melakukan tindak pidana pencucian uang senilai 218,005 dolar AS atau setara dengan Rp 3,1 miliar (Rp 14.500/dolar AS).

Ia adalah Seth Andrew, mantan penasihat senior di Kantor Teknologi Pendidikan di Gedung Putih. Ia ditangkap pada Selasa (27/4) dan didakwa atas tuduhan penipuan, pencucian uang, dan membuat pernyataan palsu ke bank.

Departemen Kehakiman AS menuturkan, Andrew mendirikan Sekolah Umum Persiapan Demokrasi, sebuah sistem yang terdiri lebih dari 20 sekolah publik yang berbasis di New York City pada 2005.


Pada 2013, ia meninggalkan jaringan tersebut dan bekerja di Departemen Pendidikan, sebelum diangkat sebagai penasihat Gedung Putih hingga November 2016.

Jaksa penuntut menduga Andrew telah menggunakan koneksi dengan Sekolah Umum Persiapan Demokrasi untuk mencuri Rp 3,1 miliar. Uang tersebut merupakan dana cadangan jaringan yang digunakan Andrew untuk membuka rekening bisnis atas ama sekolah Democracy Prep di bank.

Menurut pengaduan, Andrew berusaha menyembunyikan sumber dana yang dicuri dan membuatnya tampak seperti dana milik organisasi nirlaba yang didirikan Andrew.

Namun itu terkuak ketika CEO Democracy Prep Natasha Trivers menyebut adanya penarikan dana yang tidak sah. Ia pun memberikan laporan melalui email kepada orangtua siswa pada Selasa.

"Seth meninggalkan jaringan kami pada tahun 2013. Tuduhannya adalah pengkhianatan yang mendalam atas semua yang kami perjuangkan dan untuk Anda dan anak-anak Anda, para cendekiawan dan keluarga yang kami layani," kata email Trivers.

"Untuk lebih jelasnya, dugaan kejahatan tidak pernah menimbulkan risiko apa pun bagi siswa, staf, atau operasi kami dengan cara apa pun," tambah dia.

Jaksa penuntut, seperti dimuat Business Insider menyebut uang yang dicuri Andrew berusaha digunakan sebagai tabungan atas hipotek sebuah apartemen bernilai jutaan dolar di Manhattan.

Tanpa dana curian, Andrew tidak akan dapat memanfaatkan sepenuhnya promosi suku bunga diskon bank.

Pada persidangan, hakim menyebut Andrew dapat dibebaskan dengan jaminan pengakuan pribadi senilai 500 ribu dolar AS.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya