Berita

Syeikh Nasheef dan Gubernur Aceh Nova Iriansyah/Ist

Politik

Gubernur Aceh: Jangan Ragukan Dukungan Kami Untuk Palestina

RABU, 28 APRIL 2021 | 15:16 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Jangan pernah ragu dengan dukungan rakyat Indonesia terhadap rakyat Palestina, apalagi masyarakat Aceh. Indonesia dan Aceh sangat mendukung bebasnya Palestina dari cengkeraman zionis Israel.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, saat menerima kunjungan Ulama Palestina Syeikh Nasheef Nasher, di ruang tengah Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa kemarin (27/4).

Ditegaskan Nova, dukungan rakyat Aceh dan Indonesia secara umum bagi kebebasan Palestina dari cengkeraman Israel tentu akan terus mengalir. Karena konsep zionis tidak akan pernah diterima oleh Indonesia dan masyarakat Aceh.


Nova mengatakan, bentuk dukungan Indonesia bagi Palestina bukan semata karena kesamaan agama dan keyakinan.

Dari sisi kemanusiaan, Israel sangat melanggar nilai-nilai kemanusiaan. Nova menyebut Israel sebagai pelanggar hak asasi manusia.

Dalam kesempatan itu, Nova menjelaskan bahwa Pemerintah Aceh secara rutin mengundang imam dari Palestina untuk mengimami shalat Isya, tarawih, dan witir berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman.

"Namun karena pandemi Covid-19, semua diperketat, sehingga tahun ini kita tidak mengundang imam dari Palestina,” jelas Nova, dikutip Kantor Berita RMOLAceh.

Kepada Syeikh Nasheef, Gubernur juga menyampaikan keprihatinannya dengan kondisi dunia pendidikan di Palestina yang harus berjalan dalam pembatasan yang ketat oleh zionis.

Oleh karena itu, Gubernur Aceh menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri dan Kepala Biro Isra Setda Aceh Usamah el Madny, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, untuk mempelajari kemungkinan kerja sama di bidang pendidikan dengan Palestina.

Karena kondisi Palestina yang belum kondusif, Nova meminta anak buahnya mengkaji kemungkinan untuk mengundang anak-anak Palestina bersekolah atau menimba ilmu di dayah-dayah di Aceh.

Dalam pertemuan yang menerapkan protokol kesehatan ketat itu, Syeikh Nasheef turut didampingi oleh Ketua Umum Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Aceh Afrial Hidayat, Pegiat Kemanusiaan Makhyaruddin Yusuf, Sekretaris KNRP Aceh Emil Salim, Bendahara KNRP Aceh Jifri, dan sejumlah relawan KNRP lainnya.

Selama di Aceh Syeikh Nasheef didampingi KNRP Aceh, akan bersafari ke sejumlah masjid di kabupaten/kota, untuk berceramah dan menyampaikan kabar tentang situasi terkini di Palestina. Kepada Gubernur, Syeikh Nasheef menjelaskan kondisi terkini Palestina di masa pandemi yang semakin tertekan di segala bidang.

“Tidak di masa pandemi saja kami sudah berada dalam krisis, karena kebijakan dan pembatasan yang dilakukan oleh zionis Israel. Pandemi semakin menekan kami. Dalam kesempatan ini, saya juga menyampaikan rasa terima kasih kepada rakyat Aceh dan Indonesia secara lebih luas atas berbagai dukungan dan bantuan yang telah diberikan selama ini,” papar Syeikh Nasheef.

Aceh adalah salah satu daerah yang sangat aktif melakukan penggalangan dana untuk Palestina. Pada 2014, saat zionis membombardir Gaza, seluruh Aparatur Sipil Negara yang mengabdi di Pemerintah Aceh bersepakat menyisihkan pendapatan mereka untuk disumbangkan ke Gaza.

Saat itu dibentuk Posko Aceh untuk Gaza. Tak hanya menyasar ASN, posko ini juga menerima donasi dari institusi, lembaga, perusahaan, dan individu. Posko Aceh untuk Gaza berhasil mengumpulkan donasi dari ASN dan rakyat Aceh sebesar Rp 6,588 miliar lebih.

Sebagai bentuk apresiasi kepada rakyat Aceh, salah satu Rumah Sakit Indonesia di Gaza bahkan menabalkan dua nama pahlawan Aceh untuk dua ruangan di Rumah Sakit tersebut, yaitu Cut Nyak Dhien dan Tgk Chik di Tiro.

Dalam pertemuan kali ini, Gubernur Aceh kembali menegaskan komitmen Pemerintah dan seluruh rakyat Aceh, untuk terus mendukung dan membantu Palestina agar bisa terbebas dari cengkeraman zionis Israel.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya