Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Moskow Segera Rilis Daftar Negara Yang Tidak Bersahabat, Siapa Saja Yang Jadi Musuh Rusia?

RABU, 28 APRIL 2021 | 14:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia akan segera merilis daftar 'negara yang tidak bersahabat' dalam waktu dekat. Surat kabar Izvestia melaporkan bahwa ada sepuluh negara yang masuk dalam daftar tersebut, yang perlu diwaspadai karena telah melakukan kebijakan Anti-Rusia.

Daftar 'negara yang tidak bersahabat' ini sesuai dengan keputusan Presiden Vladimir Putin yang ditandatangani pada 23 April lalu dan akan segera dirilis

"Daftar hitam tersebut tidak akan mengejutkan, karena semua negara yang termasuk dalam daftar tersebut telah melakukan kebijakan anti-Rusia untuk sementara waktu," isi pernyataan Parlemen Rusia, seperti dikutip dari Tass, Rabu (28/4).


Amerika Serikat, Inggris Raya, Polandia, Kanada, dan -tentu saja- Republik Ceko, juga beberapa negara-negara Baltik, masuk dalam daftar tersebut. Rilis itu juga berarti negara yang masuk dalam daftar 'tidak bersahabat'  tidak akan dapat mempekerjakan staf Rusia.

Dalam menyusun daftar negara-negara tersebut, Komite Dewan Federasi Rusia untuk Kebijakan Sosial mempertimbangkan dari berbagai aspek, termasuk sejarah hubungan bilateral dan kemampuan untuk bereaksi secara tepat. Jadi bukan tanpa dasar.

"Moderasi, niat baik, dan pencarian kompromi serta jawaban atas masalah sulit akan dipertimbangkan oleh Rusia, tentu saja. Tidak akan ada langkah yang tidak berdasar. Saya pikir Republik Ceko dan negara lain yang mengusir diplomat kita tanpa alasan apa pun, hanya untuk mendukung tetangga mereka, akan dimasukkan dalam daftar,"  ujar Wakil Kepala Pertama Komite Dewan Federasi Rusia untuk Kebijakan Sosial Valery Ryazansky mengatakan kepada Izvestia.

Sementara hanya sepuluh negara saja, dan kemungkinan tidak ada penambahan dalam daftar tersebut. Namun, AS, Negara-negara Baltik, dan Republik Ceko pasti akan masuk dalam daftar tersebut, kata anggota parlemen Rusia Oleg Shein memperkirakan.

“Mayoritas negara Eropa Barat, yaitu Jerman dan Prancis, berbeda pendapat dengan Rusia dalam hal-hal tertentu, namun mereka dianggap sebagai mitra bersyarat yang bergantung pada Washington dalam bidang politik, ekonomi, dan militer. Namun, mereka independen sampai batas tertentu, jadi bagi kami mereka adalah pihak yang bernegosiasi."

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Yang Rada Gila

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:23

KPK Wanti-wanti Bantuan Korban Gempa NTT Jangan Dikorupsi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:17

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.090 Triliun di Triwulan II 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:10

Putin dan Prabowo Bakal Gelar Pertemuan di Vladivostok Awal September

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:09

Pembukaan Rapat Paripurna Diawali Ucapan Duka Cita untuk Korban Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:06

Menanti Nasib Investasi INA-SRF Usai Menang Gugatan Lawan Kimia Farma

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:02

Penangguhan Penahanan Asrul Azis Taba Ditolak

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:56

BPK Dorong Tata Kelola Kementerian Hukum Naik Kelas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:46

Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Padang Sugihan Jadi Kado Istimewa HUT RI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:40

Pelemahan Rupiah Bisa Tekan Subsidi hingga Inflasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:34

Selengkapnya