Berita

Chevron/Net

Dunia

Senator AS Minta Biden Lebih Keras Pada Junta Myanmar, Termasuk Sasar Perusahaan Energi Negara

RABU, 28 APRIL 2021 | 10:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Para Senator Amerika Serikat (AS) mendesak pemerintahan Joe Biden untuk lebih keras terhadap junta Myanmar.

Senator, baik dari Demokrat maupun Republik, menyarankan Biden untuk menjatuhkan lebih banyak sanksi untuk junta Mynamr, termasuk menargetkan perusahaan energi negara.

Usulan itu dipimpin oleh Senator Demokrat Jeff Merkley dan Marco Rubio dari Republi, serta empat senator lainnya.


Lewat sebuah surat yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan Menteri Keuangan Janet Yellen pada Selasa (27/4), mereka mengatakan perlu adanya jalan baru untuk mendukung rakyat Myanmar mendapatkan demokrasi, khususnya di tengah meningkatnya kekerasan.

Salah satu usulan mereka adalah agar pemerintahan Biden menghentikan royalti dari perusahaan energi AS, Chevron Corp, ke Perusahaan Minyak dan Gas Myanmar (MOGE) yang dimiliki negara.

Dikutip dari Reuters, MOGE diketahui telah memberikan dukungan keuangan kepada para pemimpin militer, termasuk Jenderal Min Aung Hlaing yang sudah berada di bawah sanksi AS.

MOGE adalah mitra di Yadana, ladang gas alam di mana Chevron memiliki 28,3 persen saham.

Kelompok HAM juga telah memberikan tekanan kepada Chevron dan Total untuk memutuskan hubungan dengan Myanmar setelah kudeta militer pada 1 Februari.

Pendapatan dari usaha patungan yang melibatkan perusahaan seperti Total dan Chevron adalah sumber pendapatan devisa tunggal paling signifikan bagi pemerintah Myanmar, yaitu hingga 1,1 miliar dolar AS per tahun.

Pada 1 Februari, junta Myanmar menggulingkan pemerintahan yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi dan memberlakukan keadaan darurat selama satu tahun.

Sejak itu, aparat keamanan diketahui telah banyak melakukan kekerasan. Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) menyebut lebih dari 750 orang tewas sejak kudeta terjadi.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya