Berita

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan/Net

Dunia

PM Imran Khan Desak Eropa Berhenti Menyakiti 1,25 Miliar Muslim

RABU, 28 APRIL 2021 | 09:32 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mendesak negara-negara Barat untuk berhenti menyakiti umat Muslim di dunia.

Dalam beberapa waktu terakhir, Pakistan diliputi kemarahan sebagai akibat pemerintah Prancis yang tidak mengecam perilisan karikatur Nabi Muhammad SAW.

Berbicara di sebuah acara di Multan, Provinsi Punjab pada Senin (25/4), Khan mengatakan banyak negara Eropa memiliki UU untuk melarang menyinggung perasaan orang Yahudi setelah tragedi Holocaust. Namun tidak ada UU yang melarang penghinaan agama lain, termasuk Islam.


"Cara saya adalah membuat semua kepala negara Muslim menjadi percaya diri," kata Khan, seperti dikutip Dawn.

"Bersama-sama, kita harus meminta Eropa, Uni Eropa dan PBB untuk berhenti menyakiti perasaan 1,25 miliar Muslim seperti yang tidak mereka lakukan dalam kasus orang Yahudi," tambahnya.

Khan juga mengatakan, negara-negara Muslim harus menyusun tindakan bersama atas masalah penistaan agama, seperti pemberlakukan boikot massal.

"Saya ingin negara-negara Muslim menyusun tindakan bersama atas masalah penistaan ​​agama dengan peringatan boikot perdagangan negara-negara di mana insiden seperti itu akan terjadi. Ini akan menjadi cara paling efektif untuk mencapai tujuan," jelasnya.

Sejauh ini, Khan telah menolak seruan dari partai Tehreek-i-Labbaik Pakistan untuk mengusir duta besar Prancis dari tindakan keras negara itu terhadap Muslim.

Di Prancis, mempertanyakan kebenaran pembantaian Nazi terhadap orang Yahudi selama Perang Dunia II adalah kejahatan yang dapat dihukum penjara.

Tetapi tahun lalu, pemerintah tidak melarang majalah Charlie Hebdo menerbitkan karikatur tidak senonoh dari tokoh agama, termasuk Nabi Muhammad.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya