Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Ancaman Meningkat, AS Perintahkan Staf Di Kabul Segera Tinggalkan Kedutaan

RABU, 28 APRIL 2021 | 08:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Semakin meningkatnya ancaman di Afghanistan telah memaksa pemerintah AS untuk mendesak seluruh staf tidak penting agar segera meninggalkan kedutaan mereka di Kabul.

Departemen Luar Negeri mengatakan dalam sebuah nasihat perjalanan bahwa mereka telah memerintahkan keberangkatan pegawai pemerintah AS dari kedutaan besar mereka Kabul yang fungsinya dapat dilakukan di tempat lain.

Ross Wilson, penjabat duta besar AS di Kabul, mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil sehubungan dengan meningkatnya kekerasan dan laporan ancaman di Kabul.


Dia mengatakan perintah itu mempengaruhi "jumlah yang relatif kecil" karyawan dan kedutaan akan tetap beroperasi.

"Personel yang sangat dibutuhkan untuk menangani masalah terkait penarikan pasukan AS dan pekerjaan penting yang kami lakukan untuk mendukung rakyat Afghanistan akan dapat tetap di tempat," tulis Wilson di Twitter, seperti dikutip dari AFP, Rabu (28/4).

Perintah tersebut datang dua minggu setelah Presiden Joe Biden mengumumkan bahwa pasukan AS yang saat ini berjumlah sekitar 2.500, akan meninggalkan negara itu pada bulan September mendatang.

Awal bulan ini Biden mengatakan dia akan menarik semua pasukan dari Afghanistan pada 11 September, peringatan 20 tahun serangan yang menyebabkan Amerika Serikat menyerang dan menggulingkan rezim Taliban yang telah menyambut Al-Qaeda.

Biden menyimpulkan bahwa pasukan AS telah mencapai tujuan mereka dan dapat berbuat lebih banyak, tetapi para pejabat AS tidak merahasiakan ketakutan mereka bahwa kekerasan akan meningkat ketika Taliban merasa bahwa mereka mencapai kemenangan.

Penasihat Departemen Luar Negeri juga memperbarui peringatan bagi warga Amerika untuk tidak berkunjung, mereka mengatakan bahwa "kelompok teroris dan pemberontak terus merencanakan dan melaksanakan serangan di Afghanistan."

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Yang Rada Gila

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:23

KPK Wanti-wanti Bantuan Korban Gempa NTT Jangan Dikorupsi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:17

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.090 Triliun di Triwulan II 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:10

Putin dan Prabowo Bakal Gelar Pertemuan di Vladivostok Awal September

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:09

Pembukaan Rapat Paripurna Diawali Ucapan Duka Cita untuk Korban Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:06

Menanti Nasib Investasi INA-SRF Usai Menang Gugatan Lawan Kimia Farma

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:02

Penangguhan Penahanan Asrul Azis Taba Ditolak

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:56

BPK Dorong Tata Kelola Kementerian Hukum Naik Kelas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:46

Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Padang Sugihan Jadi Kado Istimewa HUT RI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:40

Pelemahan Rupiah Bisa Tekan Subsidi hingga Inflasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:34

Selengkapnya