Berita

Iustrasi proses belajar mengajar secara tatap muka di sekolah/Net

Kesehatan

Ikatan Dokter Anak Indonesia Tidak Sepakat Sekolah Dimulai Juli, Ini Alasan Dan Rekomendasinya

SELASA, 27 APRIL 2021 | 23:57 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

. Rencana pemerintah memulai proses ajar mengajar di sekolah secara tatap muka di masa pandemi Covid-19 masih belum mendapat kesepakatan dari Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI).

Pasalnya, Ketua Umum IDAI Prof. DR. Dr. Aman B. Pulungan, Sp.A(K), mengeluarkan surat rekomendasi terkait kebijakan pemerintah yang akan dimulai pada bulan Juli tahun ini tersebut.

Dalam surat rekomendasi yang ditandatanganinya itu, Aman Pulungan menyatakan sikap PP IDAI yang tidak sepakat jika proses belajar anak secara tatap muka di sekolah dimulai pada bulan Juli.


"Melihat situasi dan penyebaran Covid-19 di Indonesia, saat ini sekolah tatap muka belum direkomendasikan," tulis Aman Pulungan dalam surat rekomendasi yang diterima redaksi Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (27/4).

Aman Pulungan menjelaskan keadaan yang baik untuk anak bisa mulai belajar di sekolah secara tatap muka. Misalnya, terkait kondisi satu wilayah yang transmisi penularan virusnya terkendali.

"Ditandai dengan positivity rate di bawah lima persen dan menurunnya tingkat kematian," terangnya.

Aman Pulungan merekomendasikan satu hal jika sekolah tatap muka tetap dimulai oleh pemerintah pada waktu yang ditentukannya. Yaitu, dihimbau kepada penyelenggara ajar mengajar untuk menyiapkan belended learning.

"Anak dan orangtua diberi kebebasan memilih metode pembelajaran luring atau daring. Anak yang belajar secara luring maupun daring harus memiliki hak dan perlakuan yang sama," tegasnya.

"Mengingat, prediksi jangka waktu Covid-19 yang masih belum dapat ditentukan, maka guru dan sekolah hendaknya mencar inovasi baru dalam proses belajar mengejar. Misalnya memanfaatkan belajar di ruang terbuka," demikian Aman Pulungan menambahkan.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Menteri Haji Usul BPIH 2027 Naik 10-15 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:22

Perpres Ojol 2026 Dikebut, Ini 3 Tarif yang Bakal Diatur Pemerintah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:12

Film Insidious: Out of the Further Resmi Tayang di Indonesia, Ini Sinopsisnya

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:01

Penyegaran AKD Golkar Strategis Perkuat Kinerja DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:54

Rupiah Menguat Rp17.840 Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:38

Trump Hentikan Latihan Militer AS-Korsel Lebih Cepat Demi Hubungan Baik dengan Korut

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:26

IGCE 2026 Momentum Indonesia Jadi Raksasa Geothermal Dunia

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:23

Polri-Kejagung Kompak Minta Hakim Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:21

Mantan Pelatih Pelatnas Panjat Tebing Jadi Tersangka Pelecehan Atlet

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:01

Gerak Cepat Pemerintah Harus Dirasakan Rakyat NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:45

Selengkapnya