Berita

Apple Inc/Net

Dunia

Badan Pengawas Anti-Monopoli Rusia Denda Apple Sebesar Rp 174 Miliar

SELASA, 27 APRIL 2021 | 23:00 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Badan pengawas anti-monopoli Rusia, Federal Antimonopoly Service (FAS) menyebut perusahaan Amerika Serikat (AS), Apple Inc telah melanggar hukum.

FAS membuka kasus terhadap Apple atas penyalahgunaan posisi dominannya di pasar distribusi aplikasi iOS pada 2020.

Pada Agustus 2020, disimpulkan perlunya tindakan hukum kepada Apple. Hingga akhirnya FAS memutuskan untuk mendenda Apple lebih dari 12 juta dolar AS atau setara dengan Rp 174 miliar (Rp 14.500/dolar AS).


Dikutip dari Sputnik pada Selasa (27/4), FAS menyebut  Apple telah menyalahgunakan keunggulan kompetitifnya atas pemain pasar yang lain.

Bahkan, Applee juga memberikan hambatan bagi pengembang aplikasi kontrol orangtua dan tidak memiliki aturan ringkas untuk menyetujui aplikasi di toko aplikasi.

Kasus terhadap Apple dibuka atas permintaan perusahaan keamanan IT Rusia, Kaspersky Lab. Perusahaan itu mengatakan bahwa versi programnya untuk kontrol orangtua, Kaspersky Safe Kids (KSK), telah ditolak oleh Apple.

Menanggapi keputusan tersebut, Apple menyatakan penolakannya dan akan mengajukan banding.

Menurut Apple, pihaknya justru telah banyak membantu ratusan ribu pengembang di Rusia, termasuk Kaspersky dengan menjangkau lebih dari 1 miliar pelanggan di 175 negara.

"Kami bekerja dengan Kaspersky untuk membuat aplikasi mereka sesuai dengan aturan yang diberlakukan untuk melindungi anak-anak. Mereka sekarang memiliki 13 aplikasi di App Store dan kami telah memproses ratusan pembaruan untuk mereka," ujar Apple.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya