Berita

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen /Net

Dunia

PM Kamboja Desak Negara Kaya Tidak Timbun Vaksin Dan Menggunakannya Untuk Alat Politik

SELASA, 27 APRIL 2021 | 15:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mengimbau negara-negara kaya agar tidak menimbun vaksin Covid-19, apalagi menggunakannya untuk tujuan politik.

Hal itu disampaikan Hun Sen dalam pidato rekaman pada upacara pembukaan sesi ke-77 Komisi Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Asia dan Pasifik yang diadakan di Bangkok melalui konferensi video pada Senin (26/4) waktu setempat.

“Kamboja ingin menekankan pentingnya dan urgensi distribusi dan pemanfaatan vaksin Covid-19 secara adil dan terjangkau, terutama untuk negara berkembang,” kata Hun Sen, seperti dikutip dari Khmer Times, Selasa (27/4).


“Selain itu, Kamboja ingin mengimbau sejumlah negara agar tidak menimbun vaksin lebih dari yang dibutuhkan serta tidak menggunakan vaksin sebagai alat politik,” imbuhnya.

Hun Sen mengatakan Kamboja sangat percaya bahwa perang melawan Covid-19 dan pemulihan pasca krisis mengharuskan semua negara untuk segera mengatasi tantangan regional dan global secara bertanggung jawab dengan semangat persatuan, kolaborasi, dan saling menghormati.

Hun Sen sendiri telah menerima suntikan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca yang dipasok oleh India pada awal Maret lalu, tiga pekan sejak dimulainya program inokulasi negara tersebut yang awalnya bergantung pada vaksin asal China, Sinopharm.

Jumlah kasus Covid-19 yang terus meningkat, terutama di Kota Phnom Penh, memaksa Pemerintah Kamboja untuk menerapkan jam malam di ibu kota Phnom Penh pada 1 – 14 April 2021.

Hingga Senin (26/4) malam, Kamboja telah mencatat 10.555 kasus, degan 79 kematian.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya