Berita

Pemimpin junta Myanmar, Min Aung Hlaing/Net

Dunia

Junta Myanmar Akan Pertimbangkan Saran ASEAN Untuk Akhiri Kekerasan

SELASA, 27 APRIL 2021 | 12:21 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Junta Myanmar akan mempertimbangkan saran-saran yang diberikan oleh ASEAN untuk menangani krisis pasca kudeta.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Selasa (27/4), pihak junta Myanmar menerima saran-saran konstruktif yang diberikan selama KTT ASEAN di Jakarta pada 24 April lalu.

"Saran tersebut akan dipertimbangkan secara positif jika melayani kepentingan negara dan didasarkan pada tujuan dan prinsip yang diabadikan di ASEAN," ujar junta, seperti dikutip Channel News Asia.


Dalam pertemuan yang dihadiri oleh pemimpin junta Jenderal Min Aung Hlaing itu, para pemimpin ASEAN mencapai lima poin konsensus untuk mengakhiri kekerasan di Myanmar.

Poin pertama merupakan penghentian segera kekerasan di Myanmar, dan semua pihak harus menahan diri.

Kedua, para pemimpin ASEAN sepakat untuk memulai dialog konstruktif antara semua pihak terkait guna mencari solusi damai demi kepentingan rakyat Myanmar.
Ketiga, utusan khusus Ketua ASEAN akan memfasilitasi mediasi proses dialog, dengan bantuan Sekretaris Jenderal ASEAN.

Keempat, ASEAN akan memberikan bantuan kemanusiaan melalui ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on disaster management (AHA Centre).

Kelima, utusan khusus dan delegasi akan mengunjungi Myanmar untuk bertemu dengan semua pihak terkait.

Pertemuan sendiri secara khusus digelar untuk membahas situasi di Myanmar dan dipimpin oleh Sultan Brunei Hassanal Bolkiah sebagai Ketua ASEAN.

Selain Sultan Hassanal Bolkiah, pertemuan itu dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin, PM Singapura Lee Hsien Loong, PM Vietnam Pham Minh Chinh, dan PM Kamboja Hun Sen.

Sementara itu, Filipina diwakili oleh Menteri Luar Negeri Teodoro Locsin, Thailand diwakili oleh Menteri Luar Negeri Don Pramudwinai, dan Laos diwakili oleh Menteri Luar Negeri Saleumxay Kommasith.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya