Berita

Ahli filsafat, Rocky Gerung/Net

Politik

Di Mata Rocky Gerung, Jokowi Menikmati Demokrasi Yang Diperjuangkan Syahganda Cs

SELASA, 27 APRIL 2021 | 08:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Demokrasi Indonesia tidak perlu upaya penyelamatan. Hal yang dibutuhkan saat ini adalah menyingkirkan penghalang demokrasi.

Begitu pesan ahli filsafat, Rocky Gerung, saat jumpa pers Petisi Aktivis Pro Demokrasi bertajuk "Demokrasi Harus Diselamatkan! Bebaskan Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat!" di Kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, Senin sore (26/4).

“Jadi beda, kita tidak ingin membebaskan demokrasi. Tapi yang mau kita lakukan adalah menyingkirkan penghalang demokrasi,” tegasnya.


Rocky Gerung lantas menyinggung penangkapan yang dilakukan aparat terhadap aktivis demokrasi, seperti Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Anton Permana. Di mana mereka ditangkap karena dituduh sebagai biang kerok kerusuhan saat aksi menolak RUU Cipta Kerja.

Rocky Gerung mengatakan bahwa dirinya sudah mengenal Syahganda cs sejak duduk di bangku kuliah. Mereka merupakan aktivis yang komitmen dalam membesarkan demokrasi di Indonesia sejak era Orde Baru.

Perjuangan Syahganda membuahkan hasil setelah rezim Orde Baru tumbang tahun 1998 hingga kemudian Presiden Joko Widodo menikmati buah demokrasi tersebut tahun 2014 hingga saat ini.

“Dari awal dia (Syahganda) membesarkan demokrasi, setelah besar kita undang Jokowi hadir. Jadi Jokowi hadir setelah demokrasi sudah ada, bukan Jokowi bikin demokrasi” tegasnya.

“Yang bikin (demokrasi) ada itu siapa? Ya Syahganda,” demikian Rocky Gerung.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya