Berita

Mahasiswa Afghanistan, Abdul Qadir/Repro

Dunia

Mahasiswa Afghanistan: Situasi Lebih Baik, Tapi Tidak Ada Jaminan Damai Dari Taliban

SENIN, 26 APRIL 2021 | 22:29 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Upaya menuju perdamaian di Afghanistan terus dilakukan, baik oleh pihak-pihak berselisih di dalam negeri, maupun aktor-aktor eksternal.

Salah satu titik balik upaya perdamaian Afghanistan dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) pada Februari 2020. Pemerintahan mantan Presiden Donald Trump melakukan perjanjian damai dengan Taliban.

Perjanjian itu berisi AS akan menarik semua pasukannya dari Afghanistan jika Taliban menghentikan kekerasan dan sepakat  untuk memulai dialog damai dengan pemerintahan di Kabul.


Setelah itu, dimulailah dialog intra-Afghan yang dilakukan pada 12 September 2020 di Doha, Qatar.

Meskipun menjadi sinyal positif, namun hingga saat ini dialog tersebut tidak memberikan banyak kontribusi karena perbedaan pendapat dari Taliban dan pemerintah Afghanistan.

Selama dialog berlangsung pun, kekerasan di Afghanistan terus terjadi dan bahkan dilaporkan meningkat.

Kendati begitu, ketika itu Trump menegaskan bahwa pasukan AS tetap akan ditarik mundur, dengan tenggat waktu 1 Mei 2021.

Pemerintahan AS berganti, Presiden Joe Biden berupaya memenuhi komitmen yang telah ada. Biden menyebut akan menarik pasukan AS, namun tenggat waktu diundur menjadi 11 September 2021, tepat 20 tahun tragedi bom berdarah di World Trade Center (WTC).

Seorang mahasiswa asal Afghanistan yang menempuh studi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Abdul Qadir menyebut situasi di negerinya saat ini jauh lebih baik.

"Saat ini lebih baik... Tapi tidak ada jaminan dari Taliban untuk benar-benar ingin pedamaian," ujar Abdul Qadir dalam diskusi RMOL World View, Senin (26/4).

Menurut Abdul Qadir, pemerintah Afghanistan di bawah pemerintahan Presiden Ashraf Ghani telah membuka diri selebar mungkin bagi Taliban demi tercapainya perdamaian.

"Presiden Ashraf Ghani bilang, jika kalian ingin perdamaian, saya akan melakukan apapun,"  kata Abdul Qadir yang saat ini menghabiskan waktu di Afghanistan selama pembelajaran daring.

Ghani, lanjutnya, juga telah menawarkan Taliban untuk membuka kantor di Kabul. Namun dengan syarat, Taliban tidak lagi melakukan kekerasan, pengeboman, dan pembunuhan.

Namun tawaran Ghani ditolak mentah-mentah. Taliban menyebut akan mencapai perdamaian jika Ghani telah keluar dari jabatannya.

"Tapi tidak ada jaminan dari Taliban, maka dari itu Presiden Ashraf Ghani tidak ingin mengundurkan diri," tambah dia.

Abdul Qadir juga menyoroti keberadaan pasukan militer AS yang menurutnya menjadi salah satu masalah utama bagi perdamaian Afghanistan.

Ia bahkan mengaku tidak yakin jika AS akan pergi dari Afghanistan sebelum Taliban benar-benar mencapai perdamaian dan situasi kembali normal.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya