Berita

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/Net

Politik

Tidak Bisa Ditolerir Lagi, TNI Dan Polri Harus Segera Tumpas KKB Papua

SENIN, 26 APRIL 2021 | 15:40 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Aksi brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua kembali memakan korban jiwa. Kali ini, Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Daerah (Kabinda) Papua, Brigjen TNI Putu IGP Dani NK, tewas ditembak.

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengecam aksi tersebut. Dia meminta TNI/Polri segera menumpas KKB.

Brigjen TNI Putu IGP Dani NK tewas dalam baku tembak antara TNI dengan KKB di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Jenazah Brigjen Putu saat ini masih berada di Beoga dan segera dievakuasi ke Timika untuk kemudian dibawa ke Jakarta.


LaNyalla menyampaikan rasa belasungkawanya atas peristiwa ini.

"Secara pribadi maupun sebagai pimpinan DPD, saya sampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum dan jajaran BIN serta TNI. Beliau merupakan putra terbaik bangsa yang gugur saat menjalankan tugas. Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi almarhum," katanya, Senin (26/4).

Peristiwa ini terjadi saat Brigjen Putu IGP Dani beserta tujuh anggotanya sedang meninjau puing-puing rumah warga yang dibakar oleh anggota KKB Papua di Beoga, Minggu pagi (25/4).

"Almarhum turun ke lapangan langsung untuk mengecek dan mementukan lokasi titik ambush Pasukan Pemulihan Keamanan di sekitar SDN Dambet dan Honai Kepala Suku Distrik Beoga yang dibakar beberapa waktu lalu. Sempat ada kontak tembak karena KKB melakukan penyerangan," tutur LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur ini menilai kekerasan yang dilakukan KKB sudah meresahkan dan tidak dapat ditolerir lagi. Dia pun meminta ketegasan TNI/Polri dalam menumpas KKB.

"Saya meminta TNI-Polri untuk menumpas segera KKB sampai ke akar-akarnya karena kriminalitas KKB sudah tidak dapat ditolerir lagi," tegasnya.

LaNyalla mengatakan perlu ada penanganan lebih lanjut untuk mengatasi KKB karena mereka sudah semakin anarkis.

"Kelompok KKB dalam melancarkan aksinya sudah tidak pandang bulu, baik kepada masyarakat sipil maupun militer," ucapnya.

Tokoh yang pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jatim ini yakin KKB di Papua dapat diberantas jika ada komitmen yang kuat dari setiap stakeholder.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya