Berita

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo/Net

Politik

Agar Pandemi Bisa Dikendalikan, Fenomena ‘Salah Kaprah’ Vaksinasi Harus Diwaspadai

SENIN, 26 APRIL 2021 | 07:27 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Orang yang divaksin tetap tidak boleh lalai dengan protokol kesehatan (prokes). Sebab, mereka masih memiliki potensi untuk terinfeksi virus corona.

Begitu tegas anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo kepada wartawan, Senin (26/4).
 
Dia menjelaskan bahwa kekeliruan dalam memahami vaksin bisa berbahaya. Sebab, ujung-ujungnya orang yang merasa dirinya kebal terhadap virus, cenderung abai dan kurang mematuhi protokol kesehatan.


Kalau sikap teledor seperti ini dibiarkan, kasus Covid-19 di Indonesia bisa meledak seperti yang terjadi saat ini di India.

“Tragedi 'Tsunami' Covid-19 di India bermula karena banyak penduduknya merasa sudah kebal setelah divaksin,” tuturnya mengingatkan.

Agar pandemi bisa dikendalikan, fenomena 'salah kaprah' ini harus diwaspadai. Ada beberapa langkah penting yang harus segera dilakukan.

Pertama, kekeliruan pemahaman tentang vaksinasi harus segera diluruskan kepada masyarakat. Harus digaungkan secara terus menerus, bahwa vaksin bukan berarti membebaskan seseorang dari virus, vaksin juga tidak membuat seseorang kebal dari virus.

“Vaksin hanya berfungsi untuk meningkatkan daya tahan dan imunitas tubuh,” tutur politisi PDIP itu.

Kedua, adalah berkaca dari kasus di India. Melihat bencana di India serta munculnya beberapa kasus positif Covid-19 yang menyasar orang yang telah divaksin, maka wajib hukumnya, di Indonesia protokol kesehatan 5 M  harus tetap dipatuhi dalam setiap kesempatan.

“Hanya dengan cara mematuhi Protokol Kesehatan kita bisa terhindar dari paparan virus,” tekannya.

Selanjutnya, sambung Rahmad, adalah adanya kesalahpahaman dan kekurangtahuan apa itu vaksin dan bagaimana kerja vaksin. Hendaknya semua pihak baik dari pemerintah pusat, daerah, tenaga kesehatan, serta seluruh fasilitas kesehatan yang ada dimanapun berada wajib melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat.

“Dalam setiap  kegiatan vaksinasi, perlu dibuat desk tersendiri baik berupa nasehat dari petugas, pengunguman lewat leflet mapun bentuk lainya di setiap tempat vaksinansi agar setelah vaksinasi masyarakat semakin sadar untuk menerapakan protokol kesehatan,” tutupnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya