Berita

National Director of Gusdurian Network Indonesia, Alissa Wahid/RMOL

Politik

Berkat Pemikiran KH Wahid Hasyim, Agama Dan Negara Diletakkan Secara Demokratis

MINGGU, 25 APRIL 2021 | 22:44 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Perkembangan demokrasi di Indonesia tak bisa dilepaskan dari sosok KH Wahid Hasyim. Berkat kiprah dan pemikirannya, hubungan negara dan agama bisa diletakkan secara demokratis.

Demikian disampaikan National Director of Gusdurian Network Indonesia, Alissa Wahid dalam webinar yang digelar LP3ES bertema 'Pemikiran Politik KH Wahid Hasyim' pada Sabtu (24/4).

Alissa yang juga merupakan cucu KH Wahid mengatakan, pemikiran dan sikap progresif kakenya sudah terlihat sejak masih muda.


Tumbuh dan muda di pesantren Tebuireng, KH Wahid sudah menawarkan pola pendidikan hybrid antara ilmu agama dan ilmu pengatahuan umum di pesantren sejak masih berusia 19 tahun.

"Hal itu dilatarbelakangi oleh keyakinannya bahwa masa depan umat Islam di Indonesia akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan atau kapasitasnya dalam menguasai ilmu pengetahun umum," kata Alissa dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/4).

KH Wahid, kata dia, juga menjadi yang pertama memperkenalkan pendidikan Bahasa non Arab di Tebuireng. Kemudian oleh KH Hasyim Ahsari, dia diizinkan untuk membuat madrasah terpisah guna memperdalam pengetahun santri dalam ilmu pengetahuan umum.

KH Wahid Hasyim pula yang mengenalkan pola pembelajaran klasikal yang sangat berbeda dengan pola pembelajaran umumnya di pesantren-pesantren pada masa itu.

Ia melanjutkan, KH Wahid Hasyim banyak membawa pembaharuan di lingkungan pesantren, hingga sampai pada memberikan ruang besar kepada pendidikan anak perempuan.

"Hal itu kemudian yang membawa dampak pada terbukanya kesempatan kepada perempuan untuk menjadi hakim agama untuk pertama kali (1950). Sesuatu yang tidak pernah diizinkan di negara-negara muslim yang lain ketika itu," tutupnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya