Berita

Presiden Joko Widodo saat berpidato dalam KTT Perubahan Iklim pada Kamis, 22 April 2021/Net

Politik

Partai Hijau: Jokowi Tak Punya Komitmen Atasi Krisis Iklim

MINGGU, 25 APRIL 2021 | 18:47 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Komitmen pemerintah Indonesia dalam menghadapi krisis iklim dunia dinilai buruk.

Merujuk pidato Presiden Joko Widodo saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perubahan iklim bertepatan peringatan Hari Bumi, Kamis lalu (22/4) dan strategi jangka panjang penurunan emisi karbon dan ketahanan iklim (Long Term Strategy - Low Carbon on Climate Resilience [LTS-LCCR]) yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indonesia baru bebas emisi pada 2070.

“Target bebas emisi 2070 itu kelamaan! Kita semua sudah terlanjur punah. Ini juga memalukan karena memposisikan Indonesia sebagai negara dengan target bebas emisi terbelakang di dunia," kata Presidium Nasional Partai Hijau Indonesia (PHI), Dimitri Dwi Putra, Minggu (25/4).


Meski demikian, Kristina Viri mengatakan bahwa para pakar dan pegiat yang kredibel dalam masalah krisis iklim tak menyerah dan menawarkan solusi optimis Indonesia bebas emisi sebelum 2070, bahkan sebelum 2050.

“Jadi, kalau kita ikuti saran para pejuang pemulihan iklim tersebut, Indonesia mampu memimpin pemulihan iklim di kawasan regional dan menjadi sejajar dengan negara-negara maju,” katanya.

“Sayangnya, Pidato Presiden di KTT perubahan iklim kemarin akhirnya menelantarkan seluruh upaya tersebut," sesalnya.

Ia kemudian menelaah pidato Presiden Jokowi dengan mengerucutkan fokus pada bagian laporan, komitmen, usulan, dan penutup.

Pda bagian laporan atas upaya yang telah dilakukan pemerintah, PHI mempersoalkan klaim presiden mengenai perlambatan deforestasi di Indonesia.

“Kita jangan bangga dulu karena deforestasinya belum mulai. Selain itu, menurut saya pidatonya juga tricky. Perlambatan itu berarti tetap akan ada deforestasi. Harusnya ambisius dong," kritiknya.

Pada bagian utama, yakni komitmen, pidato presiden sama sekali tidak menegaskan kapan target bebas emisi akan dilakukan dan tidak mengoreksi target bebas emisi 2070 sendiri.

Kemudian pada bagian usulan, alih-alih memaparkan rencana penghentian energi batubara dan energi kotor lainnya, presiden malah menawarkan investasi baru yang belum pernah dikonsultasikan di dalam negeri dan investasi lain yang masih kontroversial.

“Taman Industri Hijau yang terbesar di dunia itu proyek mercusuar apalagi? Bukankah industri biodiesel yang dimaksud adalah minyak sawit? Bukankah ekspor nikel kita sedang bermasalah? Ini kan sama saja mau tetap bela industri kotor sambil mengharapkan utang luar negeri untuk industri bersih," lanjutnya.

Kemudian pada bagian penutup, presiden dianggap defensif dan secara tersirat, menyindir larangan ekspor CPO dan nikel oleh Uni Eropa.

"Jadi dapat disimpulkan, Presiden tak mampu memahami KTT Perubahan Iklim sebagai forum solidaritas dunia dalam upaya menghindari malapetaka iklim di 2030 karena suhu bumi akan melewati ambang batas aman kenaikan 1.5 derajat celcius. Sebaliknya, Presiden malah berprasangka buruk," tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya