Berita

Bentrokan antara warga dan polisi saat aksi unjuk rasa damai di Purworejo, Jumat (23/4)/Repro

Nusantara

Detik-detik Bentrokan Warga Wadas, Pria-Wanita Ditarik, Didorong Dan Ditangkap Polisi

MINGGU, 25 APRIL 2021 | 17:39 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Potongan video yang meperlihatkan detik-detik unjuk rasa damai warga Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah, yang berakhir bentrok dengan aparat kepolisian hari Jumat kemarin (23/4) beredar luas.

Dalam potongan video itu, tampak puluhan masyarakat bersitegang dengan aparta kepolisian. Bebebrapa peserta wanita menjerit histeris, menangis tatkala melihat peserta lain didorong hingga dipukul.

Adapun peristiwa mencekam tersebut terjadi saat aparat kepolisian mendatangi Desa Wadas sekitar pukul 11.00 WIB, Jumat kemarin dengan menggunakan beberapa mobil, salah satunya mobil dengan muatan banyak.


Kedatangan aparat terkait dengan rencana sosialisasi pemasangan patok untuk keperluan penambangan batuan andesit yang masih satu kesatuan dengan proyek strategis nasional pembangunan Bendungan Bener.

Dalam mobil tersebut, ada banyak aparat kepolisian dan TNI membawa senjata. Karena jalan sudah diadang warga dengan menggunakan batang pohon, pihak aparat memaksa masuk termasuk dengan menggunakan gergaji mesin.

Menyampaikan bentuk penolakan, warga sempat bershalawat nabi dengan posisi duduk di jalan. Namun demikian, aparat tetap memaksa masuk hingga pada aksi kekerasan berupa menarik, mendorong, hingga memukul warga seperti dalam video yang beredar luas.

Sekitar pukul 11.30 WIB, bentrokan kian menjadi dengan adanya penangkapan beberapa mahasiswa yang menggelar aksi solidaritas. Melihat warga yang masih bertahan, aparat pun sempat menembakkan gas air mata.

Dari informasi yang dihimpun, setidaknya ada 12 orang yang ditangkap aparat kepolisian, mulai dari warga, mahasiswa hingga lembaga bantuan hukum yang ikut mengawal aspirasi masyarakat.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya