Berita

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri/Ist

Hukum

Integritas Firli Teruji Di Kasus Suap Penyidik, Mending Dicaci Maki Daripada Sembunyi Demi Dipuji

MINGGU, 25 APRIL 2021 | 16:07 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Integritas Firli Bahuri dalam menakhodai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kian teruji dalam terpaan kasus suap yang menimpa penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju.

Meski mencoreng citra lembaga antirasuah, kasus penyuapan AKP Robin oleh Walikota Tanjungbalai, M Syahrial dipastikan akan diusut tuntas.

"Kami pastikan kepada seluruh rakyat Indonesia kami akan tuntaskan setuntas-tuntasnya," tegas Firli Bahuri, Sabtu (24/4).


Penegasan tersebut disampaikan seiring dengan komitmen KPK untuk bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel. Meski sejatinya, ia tak menampik ada ekses negatif pasca pengungkapan kasus penyuapan terhadap penyidiknya.

"KPK akan selalu membuka, walaupun terkadang kalau terbuka itu bisa saja ada kritik, ada caci ada maki tapi kami siap untuk dikritik karena terbuka. Kami tidak akan pernah bersembunyi hanya untuk kepentingan dipuji," jelas Firli.

Sejauh ini, Firli Bahuri juga tetap konsisten dengan prinsipnya membawahi lembaga antirasuah, yakni memproses dengan tegas tanpa pandang bulu. Termasuk kasus rasuah yang justru menyeret lingkungan internal KPK yang kini diungkap.

Selagi dengan dasar bukti yang cukup, kata dia, KPK akan memproses kasus dengan seadil-adilnya.

Di sisi lain, ia meminta kepada publik untuk bersabar dan mempercayakan kasus tersebut kepada KPK.

"Beri kami waktu untuk mengungkap sampai tuntas dan kami akan sampaikan ke publik perkembangan dan apapun hasil kerja KPK," tutupnya.

Kini, AKP Robin telah ditetapkan tersangka bersama M Syahrial dan seorang pengacara bernama Maskur Husain (MH). AKP Robin diduga menerima suap dari M Syahrial agar tidak menindaklanjuti perkara korupsi di Pemkot Tanjungbalai yang menjerat Walikota Tanjungbalai.

Bahkan dalam konstruksi perkaranya, diduga ada campurtangan dari Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin. Azis diduga ikut memfasilitasi pertemuan AKP Robin dan Walikota Tanjungbalai. Pada Oktober 2020 lalu, Azis diduga menyediakan rumah dinasnya di Jakarta untuk menggelar pertemuan antara Robind dan M Syahrial.

Dalam pertemuan tersebut, Azis Syamsuddin memperkenalkan Steppanus dengan M Syahrial yang diduga memiliki permasalahan terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai agar tidak naik ke tahap penyidikan.
 
Azis diduga meminta Steppanus membantu M Syahrial agar penyelidikan tidak ditindaklanjuti KPK.

Lalu, Steppanus bersama Maskur sepakat membuat komitmen dengan MS agar penyelidikan dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai tidak ditindaklanjuti KPK dengan menyiapkan uang sebesar Rp 1,5 miliar.

"MS menyetujui permintaan SRP dan MH tersebut dengan mentransfer uang secara bertahap sebanyak 59 kali melalui rekening bank milik RA (Riefka Amalia) teman dari saudara SRP dan juga MS memberikan uang secara tunai kepada SRP hingga total uang yang telah diterima SRP sebesar Rp1,3 miliar," ucap Firli.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya