Berita

KRI Nanggala 402/Net

Publika

Ibu Kota Negara (IKN) Baru Dan Nanggala 402

MINGGU, 25 APRIL 2021 | 15:31 WIB | OLEH: SYAFRIL SJOFYAN

BERKECAMUK duka yang dalam ketika Nanggala 402 Kapal Selam yang telah berjaya menjaga kedaulatan Indonesia selama berpuluh tahun diumumkan telah tenggelam.

Indonesia Negara Kelautan terbesar dengan 13 ribu pulau. Laut lebih luas dari daratan. Lazimnya Negara kelautan, Angkatan Laut RI seharusnya lebih kuat dan modern dengan alusista yang canggih untuk dapat menjaga kedaulatan NKRI di lautan luas.

Kapal selam KRI Nanggala-402 buatan Jerman telah berusia 40 tahun. Konon Design Service Life-nya 20-25 tahun. Tahun 2012 sudah di-retrovit dan overhaul total di Korea Selatan. Konon lagi overhaul total seharusnya dilakukan setiap 5 tahun, sepertinya tidak ada dana untuk maintenance total.


The New York Times (NYT) (23/4/21) dalam terbitannya menyebutkan Indonesia tak punya dana yang cukup sebagai negara yang memiliki ribuan pulau. Untuk menghadapi serangan regular dari armada kapal penangkap ikan asing, apalagi untuk menjaga garis pantai yang demikian luas.

Pertanyaannya, benarkah tidak ada dana atau tidak adanya political will dari Presiden untuk membangun armada perang laut yang modern berkaitan dengan negara kelautan.

Faktanya pemerintah sangat rajin dan jor-joran membangun infrastruktur, yang terkadang tidak merupakan prioritas utama diantaranya seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Saat ini biayanya malah naik terus dari rencana awal.

Begitu juga dengan membangun Ibu Kota Negara (IKN) baru, terkesan dikejar target. Sementara prioritas utama menjaga kedaulatan negara terabaikan.

Presiden sudah seharusnya sadar se sadar-sadarnyanya, tinggalkan ego sentris untuk membangun IKN yang membutuhkan dana besar. Lazimnya pembangunan infrastruktur dalam perjalanan akan selalu membengkak. Sementara IKN baru tidak merupakan kebutuhan yang mendesak.

Utamakan prioritas untuk perang dengan Covid-19 dan meningkatkan kesejahteraan rakyat menengah ke bawah selama pandemi. Bangun armada perang terutama armada laut yang kuat dan modern. Perbanyak kapal perang untuk menjaga garis pantai yang demikian luas.

Indonesia sebagai negara besar dan berdaulat seharusnya malu dengan seringnya kapal dari China yang menerobos masuk apapun alasannya, dan kita tidak berdaya.

Saat ini RRC memperluas batas territorial laut mereka tanpa peduli dengan batas laut yang disepakati pada dasar hukum internasional untuk kelautan UNCLOS. Tidak segan mengancam negara tetangga seperti Taiwan, Filipina, Vietnam, dan Malaysia termasuk Indonesia dengan klaim mereka bahkan sampai ke Laut Natuna Utara.

Perang perbatasan laut suatu saat akan terjadi karena agresifnya angkatan perang RRC, terutama angkatan lautnya. Laut Natuna Utara akan menjadi ancaman perang. But not least Presiden Jokowi harus segera menghentikan rencana membangun IKN baru serta infrastruktur yang tidak merupakan prioritas.

Doa kita panjatkan buat para patriot, para prajurit di kapal selam Nanggala 402, semoga Tuhan melindungi. Amiin.

Penulis merupakan Pengamat Kebijakan Publik, Aktivis Pergerakan 77-78, Sekjen FKP2B

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Saham BMW Menguat di Tengah Kerja Sama Qualcomm

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:21

1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol Ditangguhkan, Begini Cara Cek Penerima Agustus 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:24

Karhutla Kerap Terjadi di Lokasi Sama, Kemenhut Diminta Perkuat Mitigasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:17

Emas Antam Terbang Rp40.000, Dekati Harga Rp2,7 Juta per Gram

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:08

Tailan Perketat Aturan Senjata Usai Penembakan Sekolah Tewaskan 8 Orang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:53

Lewat AI Innovator University, UNSIA Janji Hadirkan Pendidikan Merata di Indonesia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:43

Laporan FAO: Konflik Teluk hingga El Nino Pemicu Lonjakan Harga Pangan Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:26

DPR Dukung Kepala BGN Tindak Lanjuti Temuan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:17

Sinopsis Film Thriller Terbaru The Last House di Netflix

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:09

Komisi III DPR Minta Polisi Transparan Usut Temuan 995 Senpi di Sekolah Pondok Pinang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:01

Selengkapnya