Berita

Agen bus bayangan di Ciputat, Banten/RMOLBanten

Nusantara

Adendum Larangan Mudik Bikin Agen Bus Menjerit

MINGGU, 25 APRIL 2021 | 14:39 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah jelang lebaran tahun 2021 membuat para agen bus antar kota antar provinsi (AKAP) menjerit.

Terlebih baru-baru ini, pemerintah mengeluarkan adendum Surat Edaran (SE) nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah yang memperluas larangan mudik mulai 22 April hingga 24 Mei 2021.

Seperti yang terjadi di terminal bayangan Cimanggis, Ciputat, Tangsel. Pantauan Kantor Berita RMOLBanten, tidak ada satu pun pemudik yang mendatangi terminal bayangan tersebut.


Diakui agen bus Blue Star, Erwin (45), semenjak dikeluarkannya adendum larangan mudik membuat terminal bayangan Cimanggis sepi pemudik.

"Sepi banget, dari lima hari kebelakang sudah sepi, pas ada larangan dari pemerintah itu," kata Erwin seperti diberitakan Kantor Berita RMOLBanten, Minggu (25/4).

Lanjut Erwin, larangan mudik yang sudah dikeluarkan pemerintah pada Hari Raya Idul Fitri 1441 H-1442 H membuat para agen mengalami kerugian yang tidak sedikit.

"Ya kita kerja di bis ini, ya sangat terdampak. Kerugian kami hampir menyentuh 100 persen, karena sepi penumpang," ujarnya.

Bahkan, beberapa penumpang yang sudah memesan tiket dan sudah melakukan down payment atau uang muka terpaksa dibatalkan.

"Yang pesen pada di-cancel. Yang sudah DP ya kita kembalikan lagi. Mayoritas menuju perjalanan ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebenernya mereka berangkat harusnya tanggal 26 April tapi di-cancel, terus ada yang tanggal 23 kemarin di-cancel juga," ungkap Erwin.

Meski sepi penumpang, Erwin tetap nekat membuka layanan tiket bagi para pemudik, dengan harapan ada pundi-pundi rupiah yang bisa dibawa untuk keluarganya.

"Ya buka saja, untung untungan. Kalau ada satu penumpang ya mau enggak mau harus berangkat. Pokoknya sebelum tanggal 6 Mei kita terus beroperasi," imbuhnya.

Masih di tempat yang sama, Edi (31) agen bus Sinar Jaya juga mengalami dampak adanya adendum larang mudik dari pemerintah.

"Dibanding tahun lalu, penumpang sekarang minim banget. Penurunannya drastis, lebih dari 50 persen. Intinya sangat merugikan, apalagi kita dua kali lebaran enggak bisa juga, di tahun pertama sudah menurun drastis. Apalagi di tahun ke dua," tutur Edi.

Sama dengan Erwin, demi meraup keuntungan, ia nekat membuka loket tiket penumpang mudik.

"Ya masih beroperasi melayani penumpang, lebih ke Jawa Tengah-Jawa Timur. Kami menyiapkan 10 armada bus setiap hari," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya