Berita

Ketua KPK Firli Bahuri saat merilis kasus pemerasan Walikota Tanjungbalai yang diduga melibatkan Aziz Syamsuddin/RMOL

Politik

Bongkar Pemerasan Yang Libatkan Pimpinan DPR, Bukti KPK Tak Lemah Dengan Revisi UU

SABTU, 24 APRIL 2021 | 14:44 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Terungkapnya dugaan keterlibatan Wakil Ketua (WK) DPR dalam kasus pemerasan terhadap Walikota Tanjungbalai yang melibatkan penyidik KPK membantah stigma publik bahwa KPK lemah dengan adanya Revisi Undang-undang yang baru.

Demikian pandangan Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul kepada Kantor Berita Politik RMOL terkait diungkapnya Aziz Syamsuddin oleh KPK dalam kasus pemerasan Walikota Tanjungbalai.

"Pengungkapan kasus ini membantah stigma atau anggapan publik bahwa KPK itu lemah dengan revisi undang-undang KPK yang baru. Kalau dulu publik menganggap itu karena revisi undang-undang KPK dianggap permainan atau pesanan dari elite politik di DPR tetapi setidaknya saya melihat bahwa KPK malah tidak tebang pilih," kata Adib.


Tidak hanya dalam kasus yang diduga melibatkan Aziz, bukti tidak lemahnya KPK dengan UU yang baru juga ditunjukan dengan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Menteri KKP Edhy Prabowo yang sebagai representasi partai Gerindra, juga korupsi Bansos dengan menterangkakan Menteri Sosial Juliari Batubara yang notabene bendahara umum PDI Perjuangan.

"Ini makanya harus jadi momentum yang baik buat KPK untuk terus bersih-bersih secara internal, karna ada penyidiknya terlibat, juga diseret juga. Dan menegaskan siapapun yang melakukan tindak pidana korupsi akan dihajar habis," kata Adib.

Atau disisi lain, Aziz Syamsuddin menjadi sasaran operasi elit partai Golkar lain. Pasalnya menurut Adib, figur Aziz Syamsuddin ini adalah tokoh potensial masa depan bagi Golkar.

"Bisa untuk next ketum Golkar dan 2024. Apalagi Azis Syamsudin mempunyai pos jabatan penting dalam elit partai. Nah dengan kapasitas tersebut, aziz bisa menjadi batu sandungan bagi lawan di internal partai Golkar sendiri," demikian Adib.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya