Berita

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi/Net

Nusantara

Siap-siap Masuk Tenda Karantina Jika Nekat Mudik Ke Semarang

KAMIS, 22 APRIL 2021 | 15:26 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Larangan mudik dari pemerintah pusat sejak tanggal 6-17 Mei 2021, membuat Pemerintah Kota Semarang menyiapkan berbagai alternatif cara jika ada masyarakat yang nekad masuk wilayah Kota Semarang saat tanggal larangan mudik tersebut.

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan akan ada posko penyekatan di empat titik rawan saat pemudik akan memasuki kota Semarang. Posko tersebut antara lain ditempatkan di Mangkang, Penggaron, Sisemut, dan Genuk.

"Kami sudah rapatkan dengan forkopimda nanti ada 4 titik ruas yang akan masuk ke Kota Semarang dari Polrestabes, TNI dan Pemkot akan membuat tenda posko seperti dulu. Ditingkat kecamatan dan kelurahan juga kita bentuk tim untuk melakukan pemantauan terhadap masyarakat Semarang," kata Hendi dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Kamis (22/4).


Fungsi dari posko penyekatan, tambah Hendi, akan mengawasi kendaraan yang datang dari arah luar Kota Semarang. Nantinya mereka yang akan masuk ke Semarang harus bisa menunjukkan surat keterangan sehat.

"Posko untuk penyekatan, jadi kalau ada yang mau masuk mungkin mencurigakan maka akan diperiksa dengan menunjukkan surat jalan atau surat keterangan sehat, jika tidak bisa menunjukkan maka harus baik kanan, tapi kalau mau tetap masuk harus masuk ke karantina," jelasnya.

Pemkot Semarang, juga telah menyiapkan ruang karantina bagi masyarakat yang nekat mudik. Nantinya mereka harus melalui masa karantina terlebih dahulu jika tidak bisa menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19.

"Kami siapkan ruang karantina juga jika diketahui ada warga dari luar yang lolos mudik mereka harus dikarantina dulu misalnya di rumah dinas selama 5x24 jam, kita siapkan tenda karantina di rumdin maupun kemungkinan kita akan buka ruang karantina baru di diklat," tuturnya.

Tidak hanya mengawasi orang akan masuk ke wilayah kota Semarang, namun Hendi juga mengeluarkan surat edaran larangan mudik bagi ASN dan masyarakat pada tanggal 6-17 Mei 2021.

Namun jika memang ada masyarakat yang akan mudik sebelum tanggal larangan tersebut, Hendi mewanti-wanti agar tetap mematuhi protokol kesehatan dan memberikan surat keterangan sehat.

"Kebijakan  yang mengatakan dilarang mudik ya harus kita amankan dan kami sudah membuat surat edaran untuk melarang ASN dan masyarakat untuk mudik selama lebaran, dan juga kita sudah siapkan sanksi untuk ASN yang mudik tanpa izin,"  pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya