Berita

Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat, Andi Arief/Net

Politik

Pemulihan Ekonomi Harus Bertahap, Tidak Bisa Keinginan Jokowi Lebih Baik Dari SBY Dipaksakan

RABU, 21 APRIL 2021 | 10:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Target pemulihan ekonomi Indonesia pasca diterjang pandemi tidak perlu muluk-muluk langsung meroket tinggi. Semua harus dijalankan bertahap dan yang penting konsisten menuju peningkatan.

“Pemulihan ekonomi harus bertahap,” ujar Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat, Andi Arief, Rabu (21/4).

Andi Arief mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi bukan sesuatu yang bisa dipaksakan begitu saja. Seperti keinginan Presiden Joko Widodo agar ekonomi bisa meroket 7 persen di kuartal II 2021.


“Apalagi motifnya hanya ingin sekali saja lebih baik dari presiden sebelumnya (Susilo Bambang Yudhoyono),” tutur Andi Arief.

Di era SBY, pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung berada di kisaran 5 hingga 6 persen. Puncaknya adalah di tahun 2011 dengan 6,5 persen.

Sementara Jokowi, sejak periode pertama menargetkan ekonomi meroket di atas 7 persen. Tapi kenyataannya, laju ekonomi justru terperangkap di kisaran 5 persen dan terus konsisten menurun. Puncaknya, mencapai minus 2 persen di tahun lalu akibat terjangan pandemi Covid-19.

Andi Arief mengingatkan, selain upaya membuat ekonomi meroket, pemerintah harus paham bahwa besaran utang kini telah menjadi ancaman yang nyata.

“Jangankan pertumbuhan lebih baik, ancaman bahaya utang sedang menanti. Mudah-mudahan selamat,” tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya