Berita

Menteri Luar Negeri Malaysia Hishamuddin Hussein/Net

Dunia

Sebelum KTT ASEAN, Indonesia Akan Berembuk Dengan Malaysia Dan Brunei

RABU, 21 APRIL 2021 | 08:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

ASEAN akan menggelar pertemuan puncak untuk membahas situasi yang terjadi di Myanmar pada 24 April. Pertemuan sendiri dilakukan di Sekretariat ASEAN, Jakarta.

Namun sebelum KTT ASEAN digelar, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri Malaysia Hishamuddin Hussein, dan Menteri Luar Negeri Brunei Darrusalam Haji Erywan akan bertemu lebih awal pada Kamis (22/4).

Setelah itu, pada Jumat  (23/4), 10 menlu ASEAN akan melakukan pertemuan tatap muka.


Hal itu diungkap oleh Menlu Hishamuddin dalam pernyataan tertulisnya pada Selasa (20/4).

Lewat pernyataan itu, Hishamuddin mengatakan, Perdana Menteri Muhyiddin Yassin akan menghadiri KTT ASEAN.

"Perdana Menteri telah menerima surat undangan ke pertemuan ini dari Baginda Sultan Hassanal Bolkiah sendiri pada 17 April lalu. Perdana Menteri membalas surat Baginda pada 19 April untuk menyatakan kesediaan beliau untuk hadir ke pertemuan tersebut," ujar Hishamuddin.

Di KTT ASEAN, Muhyiddin akan menyuarakan kembali posisi Malaysia atas situasi di Myanmar yang pernah ia kemukakan pada 19 Maret lalu.

Pertama, pembebasan segera dan tanpa syarat para pemimpin politik yang ditahan di Myanmar. Kedua, menghentikan penggunaan kekerasan terhadap warga sipil yang tidak bersenjata.

Lalu ketiga, memberikan ruang untuk berunjuk rasa yang aman dan kebebasan bersuara. Keempat, kembali ke meja perundingan dan menghentikan peningkatan ketegangan.

Kemudian kelima, menjamin akses terhadap bantuan kemanusiaan demi kesehatan dan kesejahteraan warga Myanmar. Dan terakhir, memulangkan pengungsi Rohingya ke Rakhine secara  aman, sukarela, dan bermartabat.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya