Berita

'Ouïghours: Pour en Finir Avec Les Fake News' karya penulis Prancis Maxime Vivas/Net.

Dunia

China Angkat Jempol Pada Buku Karya Penulis Prancis Soal Situasi Xinjiang

RABU, 21 APRIL 2021 | 07:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

China mengapresiasi buku berjudul 'Ouïghours: Pour en Finir Avec Les Fake News' karya penulis Prancis Maxime Vivas. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin bahkan memberikan ‘acungan jempol’ atas keberaniannya mengungkapkan kebenaran dan menyanggah beria bohong tentang Xinjiang dalam bukunya itu.

Wang Wenbin yakin, akan semakin banyak orang yang mempunyai rasa keadilan seperti Maxime Vivas, yang mengatakan kebenaran tentang Xinjiang kepada dunia dan mengungkap kebohongan Barat.

“Desas-desus pada akhirnya akan jatuh, dan kami percaya bahwa semakin banyak orang akan memahami dan menyadari situasi sebenarnya di Xinjiang,” ungkapnya, seperti dikutip dari Global Times, Selasa (20/4).


Baru-baru ini Vivas mengatakan dalam wawancara, bahwa dia telah menerima ujaran kebencian dan pelecehan di media sosial setelah dia menulis bukunya yang menurutnya mengungkap situasi sebenarnya di Xinjiang.

Berdasarkan dua kunjungannya ke Wilayah Otonomi Xinjiang di China Barat Laut pada 2016 dan 2018, Vivas menggambarkan pengamatannya mengenai upaya anti-terorisme Xinjiang dan perkembangan wilayah tersebut dalam bukunya itu. Juga  menganalisis hubungan yang dimiliki oleh US National Endowment for Democracy dengan separatis Kongres Uighur Dunia (WUC) dan beberapa organisasi nonpemerintah seperti Human Rights Watch (HRW).

Vivas juga menyoroti bagaimana organisasi-organisasi ini berkolusi dalam meramu dan menyebarkan tuduhan ‘genosida’ terhadap Xinjiang di China. Buku itu diterbitkan akhir tahun lalu dalam bahasa Prancis.

Dalam bukunya, Vivas mengungkapkan bahwa tidak ada kamp konsentrasi di Xinjiang berdasarkan pengalamannya sendiri di sana, dan bahwa apa yang disebut ‘genosida di Xinjiang’ sama sekali tidak masuk akal.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

UPDATE

Titik Terang di Beltim, PT Timah Diperbolehkan Beli Timah Rakyat

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:38

Mantri BRI Rela Terobos Kabut dan Jalan Terjal demi Jaga Asa Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:21

Alunan Bella Ciao Iringi Pembubaran Demo BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:57

BEM UI: Kemerdekaan Indonesia Masih Semu

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:45

Serba-Serbi Demo, Intel Cegat Massa Tak Berseragam Merapat Barisan BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:39

Peringatan Dini BMKG Modal Penting Hadapi Karhutla

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:28

MES Siapkan Jurus Jadikan Indonesia Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:13

Budaya KKN dan Koncoisme Penghalang Cita-cita Merdeka

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:00

Waspada! El Nino Tahun Ini Lebih Kuat dari 2015

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:48

Said Abdullah: Rekam Jejak Destry-Aida Jadi Modal Pimpin BI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:38

Selengkapnya