Berita

American Airlines/Net

Dunia

FAA Minta Maskapai AS Berhati-hati Saat Terbang Di Atas Perbatasan Rusia-Ukraina

SELASA, 20 APRIL 2021 | 13:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) memberikan imbauan kepada maskapai penerbangannya untuk berhati-hati ketika terbang di dekat perbatasan Ukraina-Rusia.

Lewat pemberitahuan pada akhir pekan lalu, Administrasi Penerbangan Federal (FAA) mencatat adanya peningkatan ketegangan di antara RUsia dan Ukraina, yang berpotensi mengakibatkan pertempuran lintas batas tanpa informasi dan peningkatan aktivitas militer.

Untuk itu FAA mendesak maskapai agar "sangat berhati-hati" karena adanya potensi risiko keselamatan penerbangan, seperti dikutip Reuters.


Selain itu, FAA menyebutkan, maskapai penerbangan harus memberikan pemberitahuan kepada pihaknya setidaknya 72 jam sebelum penerbangan ke wilayah tersebut.

Pada  2014, FAA telah melarang operasi penerbangan sipil AS di wilayah sekitar perbatasan Ukraina-Rusia. FAA dan regulator udara lainnya juga menyatakan keprihatinan atas potensi jatuhnya pesawat sipil selama konflik karena salah diidentifikasi.

Lantaran pada tahun itu, Malaysia Airlines dengan kode penerbangan MH17 terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur ditembak jatuh di timur Ukraina oleh rudal yang ditembakkan dari wilayah yang dikuasai oleh pemberontak pro-Rusia.

Seluruh penumpang dan awak yang berjumlah 298 orang tewas, dua pertiga dari mereka warga negara Belanda.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya