Berita

Pemimpin Katolik Danko Puljic memeluk agama Islam dan prosesi dilakukan dilakukan di Masjid Kalibunar di pusat kota Travnik pada Sabtu 17 April 2021/Net

Dunia

Keuskupan Agung Vrhbosna: Berita Danko Puljic Yang Masuk Islam Dan Menjadi Emir Bukanlah Sepupu Kardinal Vinko Puljic

SENIN, 19 APRIL 2021 | 07:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keuskupan Agung Vrhbosna (Sarajevo) menyangkal bahwa Kardinal Vinko Puljić ada kaitannya dengan Danko Puljić, pemimpin Katolik Bosnia Herzegovina yang diberitakan masuk Islam di Travnik pada Sabtu (17/4).

"Seorang Tuan Danko Puljić, yang ditampilkan sebagai sepupu kardinal -putra dari saudara laki-laki kardinal dan yang pindah agama di Travnik, tidak secara pribadi dikenal oleh Uskup Agung Vrhbosna," isi pernyataan dari keuskupan, seperti dikutip dari N1, Minggu (18/4).

Berita yang ramai beredar menyebutkan bahwa pemimpin Katolik Danko Puljic memeluk agama Islam dan prosesi dilakukan dilakukan di Masjid Kalibunar di pusat kota Travnik pada hari Sabtu (17/4), di bawah bimbingan imam Aljo Cikotic.


Imam itu mengatakan Danko merasa 'sangat damai', dan itu juga merupakan momen kebahagiaan besar bagi masjid tersebut.

Muslim merupakan komunitas agama terbesar di Bosnia, sebuah negara di Semenanjung Balkan di Eropa Tenggara.

Usai memeluk Islam, Danko mengganti namanya menjadi Emir.

Disebutkan dalam berita itu bahwa Danko Puljić adalah sepupu dari Kardinal Vinko Puljić, Uskup Agung Vrhbosna keenam yang juga adalah Kardinal Imam Santa Chiara a Vigna Clara di Roma.

"Mereka hanya memiliki satu nama keluarga yang sama. Ada beberapa garis keturunan Puljić di Bosnia dan Herzegovina. Kardinal Vinko tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan Danko. Mereka jelas bukan kerabat dekat," lanjut pernyataan itu.

"Kami meminta semua jurnalis dan pekerja media untuk menghormati prinsip-prinsip etika jurnalistik dan tidak menempatkan informasi palsu, sensasional, dan tidak diverifikasi di depan umum," ujar Keuskupan Agung Vrhbosna.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya