Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Riset: China Bisa Rebut Pasar Rumah Pintar Amerika Serikat Pada 2024

SENIN, 19 APRIL 2021 | 06:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Riset pasar global memprediski bahwa China akan mengambil alih posisi Amerika Serikat (AS) untuk menjadi pasar terbesar di dunia untuk perangkat rumah pintar pada akhir 2024 mendatang.

International Data Corporation (IDC) dalam risetnya menunjukkan, bahwa pengiriman perangkat rumah pintar di China diperkirakan menyumbang 36,4 persen dari total pengiriman dunia pada tahun 2024 dan selanjutnya akan berkembang untuk mengambil pangsa global 38,4 persen pada tahun 2025.

"Tingkat pertumbuhan tahunan gabungan dari pengiriman perangkat rumah pintar di China diperkirakan akan mencapai 21,9 persen dalam lima tahun ke depan," kata IDC, seperti dikutip dari Xinhua, Minggu (18/4).


Perusahaan telah mengaitkan pasar yang berkembang pesat dengan alasan-alasan termasuk populasi dan basis keluarga China yang lebih besar, konstruksi infrastruktur jaringan yang lebih efisien dan promosi transformasi digital yang lebih aktif.

Data IDC menunjukan, bahwa pada tahun 2020, pengiriman perangkat rumah pintar di seluruh dunia mencapai 801,5 juta unit, dan pasar China menyumbang 25,5 persen.

Rumah pintar mengacu pada pengaturan rumah yang nyaman di mana peralatan dan perangkat dapat dikontrol secara otomatis dari jarak jauh dari mana saja dengan koneksi internet menggunakan perangkat seluler atau perangkat jaringan lainnya.  

Perangkat di rumah pintar saling terhubung melalui internet, memungkinkan pengguna untuk mengontrol fungsi seperti akses keamanan ke rumah, suhu, pencahayaan, dan home theater dari jarak jauh.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya