Berita

Presiden Belarusia Alexander Lukashenko/Net

Dunia

Rusia Tangkap Dua Intel AS Yang Diduga Rencanakan Pembunuhan Alexander Lukashenko

MINGGU, 18 APRIL 2021 | 13:28 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) telah menangkap dua orang yang diduga anggota intelijen Amerika Serikat dan tengah mempersiapkan skenario pembunuhan Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko.

Mereka adalah Yury Zyankovich dan Alexander Feduta. Zyankovich merupakan seorang pengacara yang memiliki kewarganegaraan ganda AS-Belarusia, sementara Feduta adalah seorang analis.

Keduanya ditangkap dalam sebuah pertemuan di Moskow pada Sabtu (17/4) oleh FSB yang bekerja sama dengan Komite Keamanan Negara Belarusia (KSB).


Dikutip dari Anadolu Agency, keduanya merencanakan kudeta dan pembunuhan Lukashenko.

Kepada pihak berwenang, mereka menjelaskan secara rinci rencana kudeta militer, pembunuhan Lukashenko, penyitaan pusat radio dan televisi, hingga memblokir penegakan hukum di ibukota.

Menurut FSB, kudeta tersebut akan dilakukan pada 9 Mei, dimulai dari serangan oleh formasi bersenjata di pangkalan tersembunyi.

Dalam pernyataan terpisah, Lukashenko mengatakan sebuah kelompok berencana untuk membunuh dia dan anak-anaknya.

"Kami menemukan pekerjaan badan intelijen asing. Kemungkinan besar, Central Intelligence Agency, FBI, saya tidak tahu orang Amerika mana yang bekerja di sana," ujarnya.

Lukashenko menyatakan bahwa ia yakin upaya pembunuhannya diotorisasi oleh pimpinan politik tertinggi AS.

Lukashenko juga mencatat, Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengangkat masalah tersebut dalam percakapannya dengan Presiden Joe Biden, namun tidak menerima jawaban.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya