Berita

Legislator PKS di DPRD Ngawi, Hanani/Ist

Politik

Moral Generasi Muda Terdegradasi Akibat Terpapar Teknologi, Politikus PKS Mengaku Prihatin

MINGGU, 18 APRIL 2021 | 03:55 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kemerosotan moral generasi muda terutama kaum perempuan akibat tak mampu menghadapi paparan teknologi memicu keprihatinan di hati Hanani, satu-satunya legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPRD Ngawi.

Dari pengamatanya, peristiwa sosial yang terjadi di Ngawi akhir-akhir ini seringkali menyeret kaum perempuan sebagai korban.

Hal itu menunjukan adanya degradasi moral yang kian masif dan kurang menghayati nilai-nilai agama serta larangannya.


Menurut Hanani, apapun itu keberadaan perempuan berhak mendapatkan perlindungan, bukan malah menjadi objek kejahatan misalkan kekerasan seksual maupun eksploitasi terhadap perempuan.

"Terbuka saja ya kita melihat kasus per kasus sepanjang tahun lalu hingga sekarang di Ngawi ini. Seringkali perempuan menjadi objek kejahatan. Selain itu si perempuan sendiri terpapar budaya dan perilaku negatif akibat hadirnya teknologi IT yang tidak bertanggungjawab," terang Hanani, Sabtu (17/4), dikutip Kantor Berita RMOLJatim.

Dijelaskannya, dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilakukan petugas gabungan baik TNI, Polri dan Satpol PP menjelang bulan Ramadan lalu, ditemukan pasangan remaja yang bukan suami istri berada sekamar di tempat kos. Fakta seperti itu sudah menunjukan adanya nilai-nilai yang bertabrakan dengan agama.

Subtansi umum penyebab kemerosotan moral generasi muda, menurut Hanani yang jadi salah satu deklarator hadirnya PKS di Ngawi ini, memang ada beberapa faktor.

Di antaranya disebabkan oleh arus informasi dan teknologi yang tidak terproteksi dengan baik, pengawasan orang tua terhadap anak yang lemah karena kesibukan masing-masing, pengaruh kebutuhan ekonomi, serta penegakan hukum yang kurang berjalan dengan baik.

Untuk mengatasi semakin merosotnya moral generasi muda itu, lanjutnya, peran keluarga sebagai lingkungan terdekat para generasi sekarang harus lebih aktif dalam menegakkan nilai-nilai keagamaan agar anak-anak sekarang tidak salah jalan.

Selain itu pihak pemerintah daerah harus turun tangan secara langsung memberikan edukasi melalui lembaga terkait.

"Kita meminta kepada Dinas Kesehatan misalkan keberadaan KKR (Klinik Konsultasi Remaja) diaktifkan lagi. Lainnya juga peran aktif kepada DP3AKB untuk memberikan konseling kepada korban kekerasan terutama para perempuan. Dan momen di April ini sangat tepat sebagai kelanjutan dari emansipasi perempuan yang diperjuangkan RA Kartin," bebernya.

Selebihnya, politikus PKS ini mengakui adanya penggiringan opini terhadap perempuan. Seolah perempuan mudah didoktrin dengan pemahaman yang salah kaprah.

Misalkan banyaknya kasus prostitusi, narkotika, maupun radikalisme yang membawa objek perempuan. Dengan dasar inilah pihaknya meminta kepada lembaga terkait untuk bersikap proporsional terhadap perempuan. Berikan proteksi hukum yang adil dan terukur.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya