Berita

Anggota Komisi X DPR RI fraksi PDI Perjuangan Andreas Hugo Pariera/Repro

Politik

Pandangan PDIP, Peleburan Kemenristek Ke Kemendikbud Lebih Baik Dan Efektif

SABTU, 17 APRIL 2021 | 14:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Peleburan Kemenristek ke Kemendikbud menjadi Kemendikbud-Ristek dinilai tepat. Pasalnya, dengan adanya peleburan tersebut justru kementerian Ristek dan Kemendikbud bisa lebih efektif.

Demikian disampaikan anggota Komisi X DPR RI fraksi PDI Perjuangan Andreas Hugo Pariera saat menjadi narasumber dalam diskusi daring Smartfm bertajuk "Menakar Riset Tanpa Kementerian Ristek" pada Sabtu (17/4).

"Kalau dari sudut pandang saya artinya sebagai anggota DPR dan Saya juga dari dunia pendidikan, saya melihat justru keputusan ini lebih baik juga lebih efektif," kata Andreas.


Selain itu, lanjut Politikus PDI Perjuangan ini, peleburan tersebut sudah tepat dan justru efektif karena mengembalikan kementerian tersebut pada fungsinya.

"Maksudnya gini, Kemenristek-nya itu dilebur ke dalam Kemendikbud, tapi fungsi riset dan inovasi teknologi itu tidak hilang. Dalam arti justru hanya ditempatkan pada kamarnya," ujar Andreas.

Namun demikian, masih kata Andreas, benar bahwa peleburan Kemenristek menjadi Kemendikbud-Ristek terbilang gerak cepat (gercep).

Sebab, tidak pernah ada pembahasan di Komisi X DPR RI sebelum-sebelumnya terkait wacana peleburan Kemenristek ke Kemendikbud menjadi Kemendikbud-Ristek.

Artinya, Pemerintah, sebelum mendorong peleburan Kemendikbud-Ristek ke Badan Musyawarah (Bamus) DPR RI lalu di bawa ke Rapat Paripurna DPR.  

"Kalau dibilang gerak cepat, iya. Itu proses diantara DPR dan Pemerintah," pungkasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya