Berita

Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad./Net

Bisnis

Meski Surplus, Volume Perdagangan Lebih Rendah Dari Nilai Komoditas

JUMAT, 16 APRIL 2021 | 22:45 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

RMOL.  Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, neraca  perdagangan Indonesia  Maret 2021  kembali surplus sebesar 1,57 miliar dolar AS. Namun, surplus tersebut perlu diwaspadai dan diperhatikan secara berhati-hati.

Anggota Komisi XI DPR RI  Kamrussamad, mengakui kinerja ekspor Indonesia memang mengalami peningkatan seiring dengan indeks  Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia yang naik pada Q1-2021 sebesar 50,01% dibandingkan Q4-2020 sebesar 47,29%. Peningkatan terjadi pada hampir seluruh komponen pembentuk PMI-BI terutama volume total pesanan, volume persediaan barang jadi, dan volume produksi yang berada dalam fase ekspansi.

“Namun, surplus neraca perdagangan pada Maret 2021 itu perlu diwaspadai dan diperhatikan secara berhati-hati,” ujar Kamrussamad menanggapi rilis dari Bank Indonesia tentang Neraca Perdagangan Maret 2021, Jumat (16/4).


Politikus dari Partai Gerindra itu mencermati, pertumbuhan volume perdagangan sebenarnya lebih rendah daripada nilai komoditasnya. Terdapat kenaikan harga di tingkat produsen. Volume komoditas manufaktur juga lebih rendah dari nilainya seperti produksi manufaktur pada mesin industri dan peralatan listrik.

Kamrussamad mengatakan, surplus neraca perdagangan pada Maret 2021 disebabkan oleh surplus dengan Amerika Serikat, Filipina, dan India dengan masing-masing sebesar USD 1,33 miliar, USD 592,1 juta dan USD 502,4 juta. Sedangkan, kontribusi defisit terbesar berasal dari Australia, Korea Selatan, dan Thailand dengan nilai masing-masing sebesar USD 503,5 juta, USD 546,8 juta, dan USD 281,1 juta.

Di sisi lain, peningkatan ekspor yang tinggi menunjukkan bahwa ekonomi eksternal secara agregat mengalami pemulihan secara cepat terutama pada negara-negara utama mitra dagang Indonesia. Sementara itu, kinerja impor masih terkontraksi yang disebabkan oleh pemulihan ekonomi domestik masih relatif lambat.

Ia percaya, percepatan program vaksinasi Covid-19 dan pembiayaan infrastruktur akan mendorong meningkatnya permintaan domestik dan optimisme konsumen terhadap situasi ekonomi ke depan.

“Fokus terhadap UMKM harus terus diberikan terkait pada program pembiayaan sehingga dapat mendorong peningkatan produksinya untuk dapat melakukan ekspor sehingga dapat memberikan kontribusi dalam penerimaan negara,” ujar dia.

Mengikuti tren yang terjadi, kegiatan ekspor dan impor mengalami peningkatan signifikan pada periode menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Mengantisipasi libur panjang, biasanya industri mengirim hasil produksinya terlebih dahulu.

“Pemerintah harus mengantisipasi lonjakan permintaan pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri dengan tetap menjaga pasokan yang cukup sehingga stabilisasi harga dapat dikendalikan,” tandas anggota DPR dari Dapil DKI Jakarta itu.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya