Berita

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)/Net

Politik

AHY Dinilai Layak Jadi Menteri Investasi, Begini Kata Demokrat

JUMAT, 16 APRIL 2021 | 16:48 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Perombakan kabinet tengah ramai diperbincangkan setelah rencana peleburan Kemenristek ke Kemendikbud dan pembentukan Kementerian Investasi disetujui dalam rapat paripurna DPR.

Sejumlah nama pun digadang akan keluar dari jajaran kabinet dan nama lainnya masuk mengganti.

Di antara yang masuk tersebut, nama Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disebut Direktur Kajian Pusat Kajian Kebijakan Publik Pemerintah Indonesia (Puskappi) Bobby Darmanto layak jadi pembantu Presiden Joko Widodo. Posisinya sebagai Menteri Investasi yang pembentukannya turut disetujui di RAOAT paripurna DPR.


Namun dorongan dari Puskappi ini hanya ditanggapi normatif oleh DPP Partai Demokrat. Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra sebatas menekankan bahwa reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif presiden.

"Reshuffle kabinet itu hak prerogatif presiden, bukan ranah partai," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Jumat (16/4).

Herzaky melanjutkan bahwa saat ini Partai Demokrat, sebagaimana arahan dari AHY tengah fokus pada kerja-kerja politik kebangsaan dan menangani pandemi Covid-19.

"Sesuai arahan Ketua Umum AHY, kami sedang fokus melakukan kerja-kerja nyata untuk membantu rakyat yang terdampak bencana, seperti di Malang, NTT, dan NTB. Termasuk membantu rakyat yang terdampak pandemi," tandasnya.

Direktur Kajian Puskappi Bobby Darmanto menilai AHY adalah figur yang paling layak menjadi Menteri Investasi ketimbang Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Menurutnya, Partai Demokrat pernah memimpin Indonesia dua periode silam. Melalui kepemimpinan SBY, ekonomi bisa tumbuh hingga enam persen, dan itu adalah angka yang belum pernah dicapai oleh pemerintahan sekarang.

Selain itu, perihal hubungan dan integrity Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kini pasti diwariskan kepada AHY, antara lain panggung dunia dan jaringan internasional seperti dutabesar negara sahabat, baik dari Amerika, Eropa, dan Australia pun semuanya dekat dengan Partai Demokrat.

"Nah, merujuk pada stabilty, menarik Partai Demokrat ke dalam pemerintahan justru akan semakin meningkatkan stabilitas nasional, serta nilai harmonis bagi Indonesia. Ujungnya, ini akan menarik nilai Investasi lebih besar," tutur Bobby.

"Dan singkatnya, jika dikerucutkan, sosok AHY adalah sosok paling tepat, karena mewarisi nilai-nilai yang dimiliki oleh SBY," imbuhnya. 

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya