Berita

Tangki penyimpanan air di pembangkit nuklir Fukushima Daiichi di Jepang/Net

Dunia

China Minta Jepang Buktikan Limbah Fukushima Memang Bersih, Bila Perlu Airnya Gunakan Untuk Masak

JUMAT, 16 APRIL 2021 | 08:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian kembali mengungkapkan kritiknya atas rencana Jepang untuk membuang limbah Fukushima ke laut.

Saat konferensi pers  Kamis (15/4), Zhao menyoroti pertemuan virtual antara China dan Korea Selatan yang berlangsung Rabu (14/4). Di mana kedua negara telah menyatakan penolakan tegas mereka terhadap keputusan Tokyo selama pertemuan pertama dialog kedua negara tentang mekanisme urusan maritim.

"Kedua negara mendesak Jepang untuk berkonsultasi dengan organisasi internasional dan negara tetangga, dan dengan hati-hati menangani masalah air limbah," kata Zhao, seperti dikutip dari Global Times, Kamis (15/4).


Zhao telah mengutuk keputusan yang menurutnya adalah sikap egois dari pemerintah Jepang yang berniat membuang air radioaktif Fukushima ke laut, dengan mengatakan bahwa pihak ketiga termasuk China, Korea Selatan, dan lembaga internasional, harus terlibat dalam pemeriksaan pembuangan air limbah.

“Mengingat TEPCO (Tokyo Electric Power Company Holdings) telah memutarbalikkan data dan insiden tersembunyi, apakah data tanpa penilaian dan pemantauan lembaga internasional benar-benar dapat diandalkan?” tanya Zhao.

"Untuk membuktikannya bersih, pertama-tama minta politisi Jepang menggunakan air untuk minum, memasak, mencuci pakaian, atau irigasi," lanjutnya.

Zhao menekankan bahwa pemerintah Jepang seharusnya tidak melihat dukungan dari AS sebagai obat penenang.

Zhao mengingatkan, bahwa sambil mengacungkan jempol dengan keputusan Jepang, AS telah melarang impor beras Jepang, ikan, dan produk lainnya, karena masalah kesehatan masyarakat terkait radiasi dan kontaminasi nuklir.  

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS juga mengatakan telah memperkuat pengawasan produk yang diatur dari Jepang.

“Bagaimana pemerintah Jepang menjelaskan kebijakan AS ini?” Zhao bertanya.

Setali tiga uang dengan penentangan China, Kementerian Luar Negeri Rusia juga menyatakan keprihatinan besar atas masalah tersebut pada Selasa (13/4) malam lalu.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya