Berita

Kediaman resmi duta besar AS untuk Moskow/Net

Dunia

Tak Terima Disanksi, Rusia Panggil Duta Besar AS Untuk Moskow

JUMAT, 16 APRIL 2021 | 00:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Luar Negeri Rusia bertindak cepat tak lama setelah Biden mengumumkan sejumlah sanksi baru atas negaranya.

Kurang dari satu jam, mereka langsung memanggil Duta Besar AS untuk Moskow John J. Sullivan pada Kamis (15/4) untuk menyatakan penolakannya atas sanksi baru itu.

Juru bicara kementerian Maria Zakharova mengatakan bahwa Rusia akan memberikan penolakan yang tegas atas perilaku agresif AS tersebut.
"Kami telah berulang kali memperingatkan AS tentang konsekuensi dari langkah-langkah permusuhan yang secara berbahaya meningkatkan  konfrontasi antar negara," katanya, berbicara pada konferensi pers di Moskow, Kamis.

"Kami telah berulang kali memperingatkan AS tentang konsekuensi dari langkah-langkah permusuhan yang secara berbahaya meningkatkan  konfrontasi antar negara," katanya, berbicara pada konferensi pers di Moskow, Kamis.

"Hal tersebut tidak memenuhi kepentingan rakyat dari dua kekuatan nuklir yang memikul tanggung jawab historis atas nasib dunia," katanya lagi, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Kamis (15/4).
Zakharova  mencatat bahwa Presiden AS Joe Biden telah menyatakan minatnya untuk menormalisasi hubungan antara Washington dan Moskow selama percakapan telepon dengan mitranya dari Rusia Vladimir Putin.

"Namun, tindakan pemerintahannya menyarankan sebaliknya," katanya.

 "AS tidak siap untuk menerima kenyataan obyektif dari dunia multipolar yang mengecualikan hegemoni Amerika dan bergantung pada tekanan sanksi dan campur tangan dalam urusan internal kita," ujar Zakharova.

"Perilaku agresif seperti itu pasti akan menerima penolakan yang tegas. Tanggapan terhadap sanksi tidak akan terhindarkan. Washington harus menyadari bahwa degradasi hubungan bilateral ada harganya. Tanggung jawab atas apa yang terjadi sepenuhnya ada pada AS," katanya.

Sebelumnya di hari yang sama, Washington mengumumkan sanksi baru terhadap Moskow - dua hari setelah pejabat AS menyarankan agar para pemimpin kedua negara dapat mengadakan pertemuan.

Sanksi baru mengatur pengusiran 10 diplomat yang bekerja di Kedutaan Besar Rusia di Washington, larangan bagi perusahaan AS untuk secara langsung memperoleh obligasi Rusia yang diterbitkan setelah 14 Juni 2021 oleh Bank Sentral negara, Dana Kesejahteraan Nasional atau Kementerian Keuangan.

Selain itu, ada enam belas individu dan 16 organisasi ditampar dengan tindakan pembatasan atas dugaan campur tangan mereka dalam pemilihan presiden AS.

Ada juga sanksi tambahan yang mengklaim bahwa Rusia telah mendorong serangan Taliban terhadap tentara AS di Afghanistan.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

UPDATE

Titik Terang di Beltim, PT Timah Diperbolehkan Beli Timah Rakyat

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:38

Mantri BRI Rela Terobos Kabut dan Jalan Terjal demi Jaga Asa Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:21

Alunan Bella Ciao Iringi Pembubaran Demo BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:57

BEM UI: Kemerdekaan Indonesia Masih Semu

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:45

Serba-Serbi Demo, Intel Cegat Massa Tak Berseragam Merapat Barisan BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:39

Peringatan Dini BMKG Modal Penting Hadapi Karhutla

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:28

MES Siapkan Jurus Jadikan Indonesia Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:13

Budaya KKN dan Koncoisme Penghalang Cita-cita Merdeka

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:00

Waspada! El Nino Tahun Ini Lebih Kuat dari 2015

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:48

Said Abdullah: Rekam Jejak Destry-Aida Jadi Modal Pimpin BI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:38

Selengkapnya