Berita

Presiden Joko Widodo melantik enam menteri, lima wakil menteri dan dua kepala badan di Istana Negara, Rabu 23 Desember 2020/RMOL

Politik

Istana Pastikan Reshuffle Kabinet Akan Terjadi Pekan Ini

KAMIS, 15 APRIL 2021 | 23:42 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Bergulirnya wacana reshuffle kabinet jilid II pada periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) bukanlah isapan jempol semata, pasca peleburan Kemenristek ke Kemendikbud menjadi Kemendikbud-Ristek serta rencana pembentukan Kementerian Investasi.

Begitu ditegaskan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Ngabalin dalam acara Dua Sisi dengan tema "Drama Reshuffle" yang disiarkan secara live di salah satu televisi swasta nasional pada Kamis (15/4) malam.

"Yang saya kemukakan itu bukan skenario, dramatisir, atau main sandiwara, tidak. Tapi itu adalah sebuah fakta, yang mau tidak mau, saya harus kemukakan kepada publik," tegas Ngabalin.


"Makanya saya bilang pekan-pekan ini," imbuhnya.

Ngabalin juga menjawab dengan lugas pernyataan Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani yang menyebut isu reshuffle terlalu didramatisir. Menurutnya, reshuffle kabinet itu berdasarkan fakta dan kesaksiannya selaku pejabat di lingkaran Istana yang harus menyampaikan hal tersebut kepada publik.

"Ketika teman-teman staf, pegawai, dari bekas Kemenristek itu, kemudian dari teman-teman Kemendikbud juga, ada beberapa wartawan yang setiap hari bertanya kepada saya, dan saya kira wajib hukumnya dari KSP, kami harus menjawab. Itu jujur, saya harus kasih tahu, sekali lagi, itu bukan sebuah skenario, atau dramatisir, sama sekali tidak ada itu," pungkasnya.

Dalam diskusi Dua Sisi tersebut, turut hadir sejumlah narasumber antara lain Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin, Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari dan Founder Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya