Berita

Korupsi mencapai level mengkhawatirkan di Malaysia. Meski begitu, situasinya belum menjadi pandemi/Net

Dunia

Tingkat Korupsi Semakin Mengkhawatirkan, Namun Belum Jadi 'Pandemi'

KAMIS, 15 APRIL 2021 | 15:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Korupsi merupakan ancaman nyata yang semakin meningkat dan mencapai level mengkhawatirkan di Malaysia. Meski begitu, situasinya belum menjadi "pandemi".

Begitu Ketua Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) Azam Baki dalam sebuah pernyataan pekan ini.

"Kami tidak bisa mengatakan bahwa itu sangat buruk. Tapi saya bisa katakan, sebagai seseorang yang berada di garis pemberantasan korupsi untuk waktu yang lama, itu berada pada tahap yang membuat saya khawatir secara pribadi. Tapi belum jadi pandemi," kata Azam seperti disadur dari Channel News Asia (Kamis, 15/4).


"Mungkin masyarakat merasa sudah serius dan itu pandemi, tapi kalau kita lihat dari sudut pandang lain, kesadaran masyarakatlah yang berkontribusi pada terungkapnya banyak isu sekarang ini," sambungnya.

Dia menambahkan, jika tidak ada informasi dari masyarakat dan kemajuan teknologi sekarang, maka akan semakin sulit untuk mengungkapkan masalah korupsi di negeri jiran, terutama yang melibatkan pihak berwenang atau pegawai publik.

Azam juga memastikan bahwa lembaga pemberantasan korupsi yang dipimpinnya bebas dari campur tangan politik.

"Sejak saya menjadi komisaris utama, tidak. Saya dapat memberikan jaminan bahwa tidak ada gangguan, tidak ada instruksi yang diberikan kepada saya," tegasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya