Berita

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly/Net

Politik

Diisukan Kena Reshuffle, Menkumham Yasonna Tetap Kerja Normal

KAMIS, 15 APRIL 2021 | 14:43 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kementerian Hukum dan HAM memastikan tak terpengaruh dengan isu reshuffle kabinet yang diprediksi akan segera dilakukan Presiden Joko Widodo.

Dari beberapa nama yang mencuat, Menkumham Yasonna Laoly dianggap pantas untuk dirombak presiden.

"Setahu saya Pak Menteri bekerja seperti biasa, tidak terpengaruh dengan wacana reshuffle kabinet, termasuk yang menyebut dirinya layak di-reshuffle," kata Staf Khusus Menkumham, Ian P. Siagian dihubungi wartawan, Kamis (15/4).


Kemenkumham, kata dia, saat ini sedang fokus menyosialisasikan UU 11/2020 tentang Cipta Kerja ke semua pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta.

UU ini merupakan prioritas pemerintah, supaya semua kendala dalam hal peningkatan investasi bisa teratasi. Karena itu, menurut Siagian, Menteri Yasonna tetap bekerja menjalankan tanggung jawabnya memimpin Kemenkumham di tengah wacana reshuffle kabinet.

"Pak Yasonna fokus pada tugas-tugasnya, kerja, kerja, kerja. Tak ambil pusing karena namanya sering disebut menteri yang paling layak di-reshuffle," ucap Siagian.

Ia menegaskan, perombakan kabinet adalah sesuatu yang biasa. Lebih penting lagi reshuffle merupakan hak prerogatif presiden, yang tak bisa diintervensi oleh siapa pun.

"Kita kan sama-sama tahu, yang punya wewenang menunjuk atau memberhentikan seorang menteri adalah presiden. Jadi, semua menteri ini termasuk Menkumham tegak lurus dengan hak prerogatif tersebut," tegasnya.

Siagian menyayangkan adanya persepsi miring oleh sebagian masyarakat atas kinerja Menkumham Yasonna seperti yang dipublikasikan oleh lembaga survei. Pandangan tersebut, kata dia, justru terbalik dan tak sesuai dengan kenyataan.

"Ada terobosan yang revolusioner setelah Menkumham dijabat Pak Yasonna," tutup Siagian.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya