Berita

Mantan penasihat utama Amerika Serikat di Timur Tengah, Dennis Ross/Net

Dunia

Mantan Diplomat: Iran Terus Melanggar JCPOA, Tujuannya Ingin Meningkatkan Tekanan Pada AS

KAMIS, 15 APRIL 2021 | 14:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mantan penasihat utama Amerika Serikat di Timur Tengah, Dennis Ross, bereaksi terhadap alotnya upaya perjanjian kesepakatan nuklir Iran 2015.

Dalam wawancaranya bersama media Al-Arabiya, Ross mengatakan, bahwa Iran terus melanggar kewajiban JCPOA sebagai bagian dari upaya untuk membangun tekanan pada AS.

"Sejauh mana Iran terus melanggar kewajiban tersebut, berdasarkan premis bahwa mereka mungkin mencoba untuk menekan pemerintah agar tidak hanya bertindak lebih dulu, tetapi untuk mengurangi lebih banyak sanksi dan pemerintah mungkin memikirkannya," katanya.


"Saya melihat ini sebagai bagian dari upaya untuk membangun tekanan pada AS, dan AS memperjelas bahwa mereka akan kembali ke JCPOA tetapi harus dalam bentuk paket," lanjut mantan diplomat tersebut.

Ross mengatakan Iran memiliki "sekitar 12 kali jumlah uranium yang diperkaya rendah di tangan dan mereka diizinkan berdasarkan ketentuan kesepakatan."

"Mereka sedang memasang, mereka telah memasang empat kaskade sentrifugal canggih. Mereka seharusnya tidak memasang sentrifugal canggih sebelum tahun 2025," tambahnya.

"Pemerintahan Biden ingin melihat JCPOA dipulihkan dalam semacam ketenangan untuk dasar yang tenang, didirikan di dalam kawasan sehingga risiko perang di kawasan itu turun. Ia tidak naik," tambahnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya