Berita

Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus/Net

Politik

Guspardi Gaus: Bamus Belum Tentukan Pembahasan RUU IKN Di Tingkat Panja Atau Pansus

KAMIS, 15 APRIL 2021 | 09:51 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

RUU Ibu Kota Negara (IKN) memang sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2021. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian terkait pembahasannya.

Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu kepastian dan kelanjutan dari RUU IKN tersebut.

"RUU IKN belum diputuskan pembahasannya, apakah di tingkat panitia kerja (panja) atau panitia khusus (pansus). Jika dibahas di panja, yang dilibatkan hanya satu alat kelengkapan dewan (AKD). Sebaliknya, pansus akan melibatkan banyak AKD atau komisi," ujar Guspardi. 


Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR menuturkan, Badan Musyawarah (Bamus) DPR akan memutuskan apakah RUU IKN dibahas di panitia kerja (panja) atau panitia khusus (pansus). Namun, lagi-lagi sampai saat ini belum ada kabar terkait rapat Bamus yang membahas masalah tersebut.

Politikus PAN itu menambahkan, mengingat pengaturan mengenai IKN diatur di level UU, maka secara hukum, pemerintah perlu melakukan perubahan UU untuk memindahkan IKN ke luar Jakarta.

Menurutnya, pemindahan IKN ke Kalimantan Timur sebenarnya masih tahap keputusan politik alias belum menjadi keputusan hukum. Karena belum ada UU sebagai payung hukumnya.

"Sampai saat ini masih berlaku UU 29/ 2007 yang mengatur tentang ibukota negara ada di Jakarta. Selama UU ini belum dicabut, artinya IKN Indonesia masih berada di Jakarta," tegasnya.

Atas dasar itu, sebelum RUU itu disahkan, kata Guspardi, pemerintah tidak boleh mengalokasikan anggaran untuk  pembangunan IKN tersebut.

"UU menjadi hal yang sangat penting, karena UU akan menjadi rujukan untuk mengatur anggaran yang harus disiapkan. Anggaran tidak bisa dikeluarkan tanpa ada dasar (UU) yang sah," pungkasnya. 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya