Berita

Politisi PDIP Adian Napitupulu/Net

Politik

Punya Riwayat Jantung, Alasan Adian Napitupulu Berikhtiar Pilih Vaksin Nusantara

RABU, 14 APRIL 2021 | 12:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu tidak ambil pusing dengan vaksin Nusantara yang masih menuai pro-kontra.

Adian menyatakan, dirinya hanya berikhtiar untuk tetap divaksin dan bisa melindungi dirinya yang punya riwayat penyakit jantung, juga keluarga tercintanya.

"Saya enggak mau masuk wilayah pro kontra, saya mau membicarakan diri saya. Orang mau pro kontra saya harus cari obat untuk diri saya, bagaimanapun juga tubuh saya dan keluaga saya adalah tanggung jawab saya," kata Adian kepada wartawan di RSPAD Gatot Soebroto, Rabu (14/4).


"Itu bukan wilayah yang harus kita pusingkan. Mau BPOM pro kontra segala macam pro kontra saya nggak mau ikut campur di situ," imbuhnya menegaskan.

Adian juga menegaskan bahwa pilihan dirinya untuk divaksin Nusantara juga tidak ada kaitannya dengan Fraksi PDI Perjuangan. Menurutnya, vaksinasi bukan persoalan fraksi dan DPR RI, melainkan ikhtiar untuk terhindar dari pandemi Covid-19.

Terlebih, pentolan aktivis 1998 itu mempunyai penyakit jantung. Dan tidak sedikit meninggal dunia jika divaksin Sinovac dan AstraZaneca.

"Lho saya kan bukan atas nama fraksi, bukan atas nama DPR RI. Saya harus mencari obat untuk orang yang punya penyakit jantung seperti saya," tegasnya.

"Sinovac berapa orang sudah meninggal karena punya penyakit jantung. AZ dampaknya pengentalan darah dan itu musuhnya penyakit jantung. Johnson & johnson dampaknya pengentalan darah. Lah terus saya pakai obat apa?" imbuh pendiri Forum Kota itu.

"Gini lho, ini bukan persoalan DPR, ini bukan persoalan fraksi, ini bukan persoalan BPOM. Ini persoalan saya dengan tubuh saya. Dan saya harus mendapatkan jawaban terhadap persoalan tubuh saya," demikian Adian Napitupulu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya