Berita

Gol spektakuler Mehdi Taremi belum cukup membawa Porto meraih tiket semifinal Liga Champions/Net

Sepak Bola

Tendangan Akrobatik Mehdi Taremi Belum Cukup Antarkan Porto Ke Semifinal

RABU, 14 APRIL 2021 | 09:37 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Laga ketat hingga detik akhir tersaji di Estadio Ramón Sánchez-Pizjuán saat Chelsea menjamu FC Porto pada leg kedua perempat final Liga Champions, Rabu dinihari (14/4).

Bagaimana tidak, sepanjang 90 menit lebih, kedua tim saling berganti melakukan serangan. Meski Chelsea lebih cenderung menguatkan pertahanan untuk menjaga hasil 2-0 mereka yang diraih pada leg pertama.

Faktanya, gol dalam laga antara Chelsea kontra Porto pun baru terjadi pada menit 90+4. Hanya beberapa detik sebelum pertandingan berakhir.


Gol semata wayang dalam laga ini dicetak melalui tendangan salto spektakuler Mehdi Taremi, menyambut umpan silang Nanu dari sisi kiri pertahanan The Blues.

Sayang, meski menang 1-0, The Dragons tetap tak bisa melenggang ke semifinal. Mereka kalah agregat 1-2 dari Chelsea.

"Kami bermain luar biasa, kami menunjukkan bahwa kami adalah sebuah tim hebat. Tapi sayangnya, gol yang saya cetak tidaklah cukup. Inilah sepak bola," kata Taremi, dikutip laman resmi UEFA, Rabu (14/4).

Sementara itu, manajer Chelsea, Thomas Tuchel, mengakui kalau anak asuhnya harus menjalani laga yang sanga berat melawan Porto.

"Dari pinggir lapangan, ini adalah sebuah laga dengan intensitas tinggi, laga yang supercepat. Tapi kami bertahan dengan baik, kami seharusnya tidak kebobolan. Kami juga mendapat kesempatan baik tapi tidak bisa menjadi gol. Secara keseluruhan, kami layak mengalahkan Porto dalam 180 menit," tuturnya.

Berkat kemenangan ini, Chelsea kembali meraih tiket semifinal Liga Champions pertamanya sejak terakhir kali pada 2013-2014.

Lawan Chelsea di semifinal adalah antara Real Madrid atau Liverpool, yang akan menjalani leg kedua pada Kamis dinihari nanti (15/4).

Sementara laga semifinal akan dilangsungkan pada 27/28 April untuk leg pertama dan 4/5 Mei untuk leg kedua.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya